Logika dan Realita

kumiw_dan_wenty_03

Akad Sunda

Semua berlangsung begitu cepat dan lancar, ia menyampaikan maksudnya ke keluarga saya pada 14 Maret 2016, 11 hari kemudian dilanjutkan dengan lamaran di Lampung.  Acara pengajian di Bandung pada 1 Mei 2016 ditutup dengan Ijab Qabul dan resepsi pada 7 Mei 2016 di kampung halaman saya di Bandar Lampung. Alhamdulillah. 

Screenshot_2016-05-19-10-21-22

Comblangan via Sosial Media

1 tahun yang lalu, sebuah komentar di media sosial mengawali perkenalan kami. Awalnya saya hanya iseng membalas, kemudian tertarik untuk melanjutkan. Hingga akhirnya, satu pesan singkat masuk, berisi foto sebuah kartu nama pemandu wisata di Tambora, dengan caption singkat: mungkin nanti dibutuhkan. Keterbatasan quota internet saat itu membuat saya sulit untuk membalas pesan, dengan inisiatif dan sedikit modus, saya memberikan nomor ponsel, untuk nantinya bisa dikirimkan via whatsapp. Komunikasi terselubung ini berlanjut, dialog mengalir apa adanya, selera humornya menghasilkan tawa, dan rasa nyaman itu semakin menambah ketertarikan saya.

Screenshot_2016-05-19-10-22-06

Modus via Sosial Media

Sejak saat itu, saya menelusuri jejaknya melalui dunia maya (path, twitter, facebook, tumblr, youtube, google search, etc), foto-foto dan video perjalanan serta keputusannya meninggalkan pekerjaaan untuk menjalankan yang diyakini membuatnya bahagia adalah hal keren memperjelas citranya dimata saya (video perjalanan: Eksplorasi Selatan Indonesia). Akhirnya saya menerima ajakannya untuk bertemu di Jakarta, saat itu bulan puasa. Cukup bingung untuk mementukan lokasi pertemuan di bulan ramadhan, upaya menghindari matgay (mati gaya) dan kecanggungan, saya memilih Gramedia, alasannya sederhana, saya bisa pura-pura baca buku.

1463640176373

Hasil Kepo Pertama

Keisengannya menarik daypack sebagai tanda bahwa dia ‘menemukan’ saya, adalah moment pertama saya melihat matanya. Jika saya pernah mendefinisikan dengan tegas cinta pada pandangan pertama adalah hal paling tidak logis, dan tidak mungkin terjadi dalam hidup, maka saya harus menarik argumentasi tersebut, dan menyerah pada kenyataan bahwa ada kondisi dimana logika terperdaya oleh rasa melalui panca indera. Saya tidak peduli dengan apa yang dirasakannya saat pertemuan pertama itu, saya sibuk menutupi rasa grogi dan tidak berani melihat wajahnya.

1456759605363

Taman Bermain

Sejak pertemuan itu, saya berusaha meyakinkan perasaan melalui doa yang intinya; “semoga Allah melancarkan semua niat baik dalam hubungan ini, dan jika tidak dipertemukan sebagai jodoh, mohon dijauhkan dari ketidakbermanfaatan”. Malam itu, pertemuan kesekiankalinya, 14 Agustus 2015, di daerah Menteng, kami berdiskusi dengan serius, ia menyatakan keinginannya (dengan sangat gugup) untuk melanjutkan hubungan ini lebih dari sekedar pertemanan.

Saat itu saya ragu, implisit dalam penjelasannya, hubungan ini dilakukan serius untuk tujuan pernikahan tahun berikutnya. Dilematis, saya sedang dalam proses mengejar impian untuk mendapatkan beasiswa pendidikan indonesia ke Belanda dengan masa studi 2 tahun. Dilain sisi, saya juga bercita-cita untuk menikah di usia muda.

“Wenty rencana nikah kapan?”

Permintaan tambahan waktu untuk berfikir ditolaknya dengan pernyataan; dia menginginkan jawaban jelas saat itu juga. Drama ini saya lanjutkan dengan izin ke kamar kecil, jujur sebenarnya saya tidak berniat untuk buang urine, saya hanya ingin mencuci muka dan menetralisir logika. Singkat cerita, dilematika ini selesai dengan kesepakatan ia mendukung saya untuk melanjutkan pendidikan, dan menikah setelah saya menyelesaikan masa studi.

Waktu berjalan sangat cepat, hubungan kami berjalan lancar, saya berkenalan dengan keluarga kecilnya (Abah, Mamah dan Adiknya) di Bandung. Kemudian ia solo trip ke keluarga besar saya di Lampung saat Idul Adha. Kami menghabiskan akhir tahun di Jogjakarta dan menginap di rumah kakak mamahnya.

IMG_1908

Solo Trip ke Lampung (Kumiw & Zio)

“Pokoknya kita tunggu hasil LPDP, kalau dapet, kita langsung berlari urus pernikahan. Tapi kalau belum rejeki, kita santai. Kumiw mau Wenty fokus ke pernikahan dulu, jangan ke stuned (red: beasiswa pemerintah belanda), kita nikah Oktober atau akhir tahun ya.” (Cuplikan obrolan di Kambinc Bandung, 6 Maret 2016)

Hingga akhirnya terbersit dalam benak saya bahwa menikah dan sekolah bisa dijalankan bersamaan, tanpa harus meniadakan satu sama lain. Saya menyampaikan hal ini dan kami mencapai mufakat untuk merealisasikannya. Setelah itu, kami disibukkan dengan persiapan beasiswa. Ia membantu saya dalam segala hal dengan beragam cara, dari persiapan administratif, latihan wawancara, hingga mengantar saya untuk tes di STAN. Tepat pada minggu pertama Maret 2016, saya resmi mendapatkan beasiswa.

 

10 tahun yang lalu, di ruang baca perpustakaan, saya pernah menuliskan 10 hal yang akan saya gapai sebelum usia dua puluh lima; menikah usia muda dan merasakan pendidikan di Eropa. Beberapa bulan kedepan, tepatnya 14 Agustus 2016, adalah titik awal kedua impian menjadi kenyataan, memulai rumah tangga di benua yang jauh dari nusantara dan mengenyam pendidikan di Belanda. Semoga Allah melancarkan dan selalu melindungi kami, aamiin. Bismillah.

Sebuah Prosa. Bandung: 25 Mei 2016: Hujan.

Advertisements
Posted in Sosial | 23 Comments

Tentang LPDP 2016 Batch 1 – Jakarta

Tulisan ini ditujukan untuk memepati janji saya pada diri sendiri “Jika saya lulus beasiswa LPDP maka saya akan membantu sebanyak mungkin orang untuk lolos LPDP, minimal 2 orang” Untuk itu berikut adalah rekam jejak perjalanannya:

  • Mendapatkan LoA Unconditional

Singkatnya, saya sangat percaya LoA unconditional masih sangat berperan dalam meningkatkan score dan value pendaftar (terutama untuk prodi yang tidak linear dengan prodi saat S1). Selain itu, setelah dinyakatan lulus, kita akan lebih santai tidak terburu-buru mencari kampus, meskipun LPDP memberikan waktu 1 tahun untuk proses tersebut.

Mencari informasi universitas selengkap mungkin dan melengkapi semua persyaratannya sekaligus memastikan universitas tersebut ada di list LPDP.

Tips: Pilihlah prodi yang menjadi prioritas LPDP. Dalam hal ini saya tertarik dengan kebijakan lingkungan, namun saya tidak mengambil subject tersebut dalam social faculty, namun memilih di engineering dan environmental science, dengan spesialisasi environmental policy. Tujuannya, strategi dan prioritas tadi 🙂

University of Sheffield: UoS

Wageningen University: WuR

Contoh Motivation Letter: Personal Statement – Arsiya Wenty

  • Melengkapi semua persyaratan LPDP

Setelah berhasil mendapatkan LoA Unconditional segeralah melengkapi persyaratan LPDP (bisa dilihat di: Beasiswa Magister – Doktor (LPDP)). Untuk proses seleksi bisa dibaca dalam tulisan berikut: Seleksi Substansi LPDP 2016.

Tips: Intinya ada di wawancara, oleh karena itu pastikan semua essay LPDP memiliki ‘benang merah’ dan tajam tepat sasaran. Pastikan wawancara berjalan lancar dan dijawab dengan tegas, bukan curhat. Jangan menangis saat psikolog mengajukan pertanyaan-pertanyaan sentimentil karena akan mempengaruhi penilaian kestabilan emosi dan kesiapan mental.

Prihal pekerjaan yang tidak sejalan dengan tujuan studi tidak masalah selama kita bisa menjelaskan alasannya dengan logis. Saya sebelumnya bekerja sebagai marketing supervisor sebuah perusahaan swasta di Jakarta, ketika ditanya kenapa tidak sejalan, saya menjawab jujur dan singkat: just for living.

Contoh Essay LPDP: Essay LPDP – Arsiya Wenty

FAQ (13 Maret 2016)

  • Apa saja yang dilakukan saat memantaskan diri?

Screening mata kuliah, memastikan saya bisa memahami lebih dari 80% mata kuliah yang akan diambil dan aplikasinya ketika kembali ke Indonesia. Banyak membaca jurnal terkait sekaligus memilih sejumlah topik yang mungkin bisa diangkat menjadi thesis. Belajar IELTS.

  • Punya LoA dulu atau dapat LPDP dulu?

Menurut saya lebih baik dapatkan dulu LoA Unconditional baru LPDP, sehingga saat interview bisa lebih percaya diri dan lancar menjawab. Selain itu, sudah memiliki data komparasi universitas yang memiliki prodi sejenis baik dalam maupun luar negeri, jadi bisa menjelaskan lebih objektif pada pertanyaan alasan memilih kampus tersebut.

  • Hal apa saja yang perlu kita pertimbangkan salam memilih prodi?

Do what you love and love what you — pastikan prodi yang diambil menarik sesuai dengan minat, sehingga selalu meningkatkan rasa ingin tahu. Kemudian perlu diperhatikan juga prioritas studi yang diajukan oleh pemberi beasiswa. Pertimbangan berikutnya adalah tentang manfaat prodi itu bagi pemberi beasiswa, untuk hal ini Indonesia.

  • Perbedaan seleksi dalam negeri (DN) dan luar negeri (LN)?

Perbedaan ada pada on the spot essay writing dan LGD, untuk DN dilaksanakan dalam bahasa indonesia, sedangkan LN dalam bahasa inggris. Untuk wawancara LN pasti menggunakan bahasa inggris, sedangkan DN bisa dalam bahasa indonesia bisa juga bahasa inggris, tergantung interviewer.

  • Apakah essay harus dalam bahasa inggris?

Untuk program LN on the spot essay wajib bahasa inggris, sedangkan untuk essay melengkapi persyaratan pendaftaran LPDP dibebaskan. Kalau saya menggunakan bahasa indonesia, namun jika bisa dikerjakan dalam bahasa inggris akan lebih bagus.

FAQ (14 Maret 2016)

  • Bisa ceritakan proses apply ke universitas untuk dapat LoA unconditional?

Untuk proses tergantung masing-masing universitas di website masing-masing sudah sangat lengkap to do list nya, kalau proses yang saya jalankan bisa dibaca dalam tulisan berikut: Proses Mendapatkan LoA – Wageningen University

  • Tipsnya apa untuk interview?

Tipsnya:
(1 )Jawab realistis, jangan suka terlalu bombastis. (2) Jawab dengan runtut, misal, dalam 2 tahun ke depan saya akan menyelesaikan studi S2 saya, lalu 2 tahun kemudian melanjutkan S3 dsb. (3) Gunakam bahasa yg formal tapi bukan kaku. Misalnya drpd bilang I just want to… busa diganti, In my opinion, I believe that… (4) Jangan songong ama interviewer. Nah ini biasanya berkaitan ama first impression, senyum seperlunya. (5) kuasai bidang dan materi yg hendak dituju (Steven, AAS Fellowship, 2016)

  • (cont.)

 

Posted in Beasiswa | 4 Comments

ALHAMDULILLAH

LPDP

Have nothing to say, ALHAMDULILLAAAAAAH

Posted in Beasiswa | Tagged , , , , , | 6 Comments

Tentang LPDP 2016 – Essay LGD dan Wawancara

1455711527935

Sunset Bintaro – Captured by Geraldine Fakhmi Akbar

Akhirnya jadwal final untuk seleksi substansi keluar H-2. Saya mendapatkan jadwal essay (13.50 – 14.20 WIB), LGD (14.40 – 15.30 WIB) dan verifikasi (14.00 – 15.00 WIB) pada 17 Februari 2016 dan wawancara pada 18 Februari 2016 (08.00 – 08.45 WIB).

Pelaksanaan seleksi ini sangat rapi, terjadwal dan sangat sistematis. Absensi hanya butuh waktu sekitar 5 detik dengan scan barcode, kemudian verifikasi berlangsung sangat nyaman, tidak berdiri dan berebutan. Sangat mencerminkan bahwa proses yang berlangsung dipersiapkan dan dilakukan oleh orang-orang cerdas dan berpendidikan.

1455882343814

Petugas Verifikasi: Jiwo Damar Anarkie (FISIP UI 2009)

Tahun ini on the spot essay menggunakan bahasa inggris, persis seperti IELTS Writing task 2. Kita diberikan 2 pilihan topik essay, dan mendapatkan waktu 30 menit untuk menyelesaikan tulisan (setuju, tidak setuju, atau 2 sisi) dalam selembar kertas bergaris. Dalam lembar tersebut ada 3 poin yang dinilai; konten tulisan, koherensi dan grammar. Saya mendapatkan 2 tema yang asik:

  1. considering the high potential rainfall in Indonesia, people who live in mountainous areas should prepare to face the flash floods and landslides (saya memilih topik ini)
  2. Tax amnesty (saya lupa kalimat lengkapnya, karena saya sama sekali tidak paham topik ini)

Awalnya saya berfikir akan muncul topik terkini, seperti; LGBT, TPP, turunnya harga minyak, teroris atau kereta cepat Jakarta – Bandung. Hal ini cerdas, karena mayoritas peserta pasti mempersiapkan dan memprediksi hal yang sama, kenyataanya topik yang keluar adalah isu-isu umum dan tidak kekinian. Saya tidak punya tips unik untuk seleksi bagian ini, tapi 1 hal yang perlu diketahui, ruangan untuk mengerjalan essay sangat panas sekali, jadi disarankan untuk menggunakan pakaian yang mudah menyerap keringat dan jangan pakai baju hitam.

20160219_185244

Belajar Essay (16 Februari 2016, jam kerja)

20160219_185234

Belajar Essay Ketika Jam Kantor – Hidup itu Pilhan, kan?

Leaderless Group Discussion, juga dilaksanakan dengan bahasa inggris. Tahapan seleksi ini sangat seru, merupakan bagian yang paling saya sukai. Karena saya berkumpul dengan 8 orang yang punya ide-ide kritis dan terbuka, dengan kemapuan berbahasa inggris formal yang, menurut saya keren. Sebelum LGD berlangsung, kami menyempatkan diri untuk saling mengenal dan mendiskusikan sedikit skenario yang bisa dijalankan saat LGD berlangsung. Menurut saya hal ini penting, untuk membangun diskusi yang konstruktif dan tidak ada dominasi, selain itu untuk menghemat waktu.

1455882329105

LGD – Kelompok 7 C (Wenty, Vivi, Monika, Bayu, Stephanie Angka, Stephanie, Ary, Panji, Wina)

Pada kesempatan tersebut kami mendapatkan topik PHK buruh Ford Mobil Indonesia, kami dikondisikan dalam sebuah diskusi untuk mencari konsep, solusi dan implemantasi yang ideal dari sisi; pemerintah, swasta, pengusaha, pebisnis. LGD berlangsung 40 menit lengkap dengan solusi. Berikut adalah kronologisnya:

  1. Dengan ‘sukarela’ stephanie angka menjadi note taker dan Bayu menjadi time keeper
  2. Disetujui 5 menit pertama untuk membaca artikel dan mempersiapkan poin diskusi
  3. Setiap orang berbicara 2 menit pada giliran pertama (searah jarum jam) dan 1 menit untuk menambahkan poin setelah giliran berbicara pertama selesai
  4. Jangan memotong pembicara lain dan sampaikan disagree dengan sopan seperti; I have another statement
  5. Sisakan 5 menit diakhir diskusi untuk note taker menyampaikan solusi dan kesimpulan
1455803464910

Verifikasi Data

Wawancara pagi itu asik, kita tidak menghabiskan waktu lama untuk menunggu, jadi masih segar. Saya menghabiskan waktu 60 menit dalam sesi wawancara, menurut saya itu lama, karena beberapa teman saya hanya menghabiskan waktu sekitar 25 – 30 menit. Ada 2 pewawancara; seorang perwakilan dari LPDP sebagai ketua, diapit oleh 1 professor ahli dan 1 psikolog. Pertanyaannya apa saja? Saya rasa sudah banyak penulis dunia maya yang menceritakan hal ini, dan pertanyaan yang saya dapatkan serupa. Namun, ada 1 pertanyaan unik yang disampaikan sebagai penutup, berikut adalah cuplikannya:

Do you believe that, earth is, hmm still feasible for human being? Or we need to, move to, hmm Mars maybe, or another planet? Please tell me your opinion,- Professor Ahli.

1455882318886

Detik – detik menuju masa depan 🙂

Wawancara ini menjadi sangat berkesan karena pertanyaan tersebut, dan saya puas dengan jawaban yang bisa saya berikan. Saya sangat bersyukur karena mendapatkan kesempatan untuk mengisi masa muda dengan pengamalan yang seru seperti ini. Kelak kisah akan menjadi cerita yang pasti akan saya sampaikan ke anak cucu, bahwa nenek pernah ikut beasiswa yang canggih pada zamannya, hahaha. Hasilnya akan diumumkan pada tanggal 10 Maret 2016, apapun hasilnya saya yakin, adalah yang terbaik yang Allah persiapkan, InsyaAllah memuaskan dan bahagia, aamiin.

1455806973797

Ekspresi setelah menjawab “I believe” pada pertanyaan “Earth vs Mars”

 

Posted in Beasiswa | 29 Comments

Tentang LPDP 2016 – Periode 1

Akhirnya setelah lebih dari 1 tahun memantaskan diri, saya submit aplikasi LPDP tahun ini. Menurut saya prosesnya sangat rapi, pengumuman lulus seleksi administrasi dan jadwal seleksi substansi disampaikan via email dan SMS, selain itu kita bisa juga cek di status pendaftaran pada laman pendaftaran online LPDP.

LPDP email

LPDP email 1

Untuk jadwal detail seleksi akan disampaikan paling lambat H-1 hari seleksi. Tahun ini lebih menantang, terutama untuk yang mengajukan beasiswa luar negeri. Sesi LGD dan esaay wajib menggunakan bahasa inggris. Menurut saya ini tantangan yang sangat menggairahkan, semakin sulit syarat yang diberikan semakin bernilai beasiswa yang diberikan.

LPDP 2

Jika saya berhasil mendapatkan beasiswa ini, kesempatan ini merupakan prestasi terbesar sepanjang hidup. Saya sendiri masih dalam tahap persiapan seleksi substansi yang akan dilaksanakan di STAN pada tanggal 17, 18 dan 19 Februari 2016. Saya berjanji, jika saya lolos seleksi substansi (Awardee) saya akan membantu sebanyak mungkin orang untuk berhasil mendapatkan beasiswa ini juga, minimal 2 orang, semangat. Bismillah.

Posted in Beasiswa | 3 Comments

Kita di Jogjakarta

1451725301865

Borobudur dari Pethuk Setumbu

Akan tiba suatu masa ketika teman-teman yang biasa diajak ‘ngebolang’ berkurang; mungkin ada yang sibuk mempersiapkan lamaran atau resepsi pernikahan, ada juga yang menjaga istri menanti lahiran anak pertama, atau mungkin menghabiskan liburan dengan keluarga barunya. Dan ketika masa itu tiba, don’t be panic! Just don’t. Selalu ada cara untuk menghabiskan masa muda dengan – asik dan cihuy.

1451725283164

Keraton Ratu Boko

23 Desember 2015. Keputusan untuk liburan singkat ke Jogjakarta yang tiba-tiba dan tergesa ini, diawali dengan menikmati padatnya tol cikampek, dan menghabiskan 5 jam 30 menit perjalanan dari Jakarta menuju Bandung. Eits ini belum seberapa, perjalanan panjang sesungguhnya baru dimulai, tepat jam 8 malam kami bertiga berangkat menuju kota pelajar melalui jalur selatan.

24 Desember 2015. Geraldine Fakhmi Akbar yang biasa disapa Kumiw (never judge a man by his name, namanya aneh tapi orangnya kasep kok! haha) dan Nadya Nuur Fitrya (Ciko adalah burung beo yang biasa menyapanya, Ade) adalah kakak – adik yang menemani saya berasik-asik cihuy di Jogjakarta. Kami menikmati kebersamaan dalam 82.800 detik perjalanan darat Bandung – Jogjakarta.

Dimulai dengan padatnya Tol Cileunyi, merayap menuju Tasikmalaya, melompat-lompat di Cilacap karena jalan berlubang tanpa akhir, mengejek signage RM Pringsewu yang banyak banget, menyantap bebek 2 porsi, hingga bersabar dengan banyaknya lampu lalu lintas di Jogjakarta Ring Road. Alhamdulillah dapat kami lewati dengan ceria dan aman. Setibanya di Sleman kami hanya istirahat, karena akan melanjutkan perjalanan dini hari menuju Magelang.

1451720589613

Gapura Utama

25 Desember 2015. Berdasarkan informasi senior-guide, kami seharusnya sudah di Pethuk Setumbu 4.30 pagi, jika ingin melihat matahari terbit. Namun, kabut menyelimuti Magelang, akhirnya kami memutuskan untuk shalat subuh di musholla dekat Borobudur. Kemudian melanjutkan jalur menuju Pethuk Setumbu yang kecil dengan lahan parkir yang tidak luas.

IMG_1489

Borobudur dari Pethuk Setumbu

Untuk menuju lokasi pandang kita harus melewati jajaran tangga, beberapa titik cukup terjal, sangat direkomendasikan menggunakan sandal atau sepatu beradial sehingga tidak licin. Sangat disayangkan, pagi ini kami belum diberi kesempatan untuk melihat pesona mentari pagi, cukup dengan Borobudur berkabut. Tapi saya yakin, kumiw cukup puas melihat pesona lain dibalik rok hitam panjang, tak berpuring, super tipis dan menerawang yang dikenakan bule perancis pagi itu, ya kan? man is a man, its normal. haha

Candi Borobudur saat itu ramai sekali, sehingga kami memutuskan untuk melewatkan candi dan bergegas menuju Pasar Beringharjo dan Taman Sari. Matahari siang itu panas membara, seolah cahayanya tidak terfilterisasi dengan sempurna. Saya berkhayal menyeruput cendol manis bergula merah, ketika sadar itu hanya khayalan, kepala saya langsung berdenyut. Saya tidak yakin akan menyelesaikan objek wisata ini seluruhnya, saya hanya penasaran dengan kolam mandi utama untuk selir-selir raja.

1451720857639

Taman Sari

Sebuah kolam yang merepresentasikan sejarah patriarki-feodal yang kental di keraton. Saya bahkan membayangkan apa yang akan terjadi jika pada saat itu feminisme sudah berkembang. Mungkin, untuk menjaga kesetaraan akan dibangun kolam mandi raja, dimana seorang permaisuri menyaksikan sejumlah raja-raja mandi, sebelum akhirnya memilih salah satu untuk disetubuhi.

Objek wisata ini menarik, gang kecil yang harus dilewati untuk menuju kolam utama mirip dengan labirin. Mungkin sebagai simbol kebersamaan antara bangsawan dan rakyatnya. Wisatawan ‘dipaksa’ untuk menyatu dengan budaya lokal, melewati rumah warga yang berantakkan, meskipun cukup bersih untuk dicap sebagai slum area. Seharusnya ada pertukaran informasi, budaya dan tradisi dalam labirin ini, salah satunya dengan interaksi. Sayangnya, labirin ini hanya berfungsi sebagai jalur lalu lintas minim manfaat.

Kami sempat beristirahat di Café Taman Sari sebelum melanjutkan perjalanan mengejar matarari terbenam di Keraton Ratu Boko. Satu pasang kekasih yang berencana menghabiskan liburan di Malang bergabung dengan kami. Singkat cerita Anissa (Ica) dan Andra (entah siapa nama asli Andra, saya lupa, apalah arti sebuah nama, ya kan? Hmm) adalah teman kampus Kumiw. Kami berlima, kelaparan, akhirnya terdampar di Gudeg Yu Djum yang populer, sayangnya makanan khas jawa yang manis ini bukan selera kami, alhasil makan asal kenyang.

1451720600347

Keraton Ratu Boko

Pintu Nirwana adalah sebutan lain untuk Gapura Utama di kawasan ini, konon matahari terbenam yang terlihat ditengah pintu gapura adalah pintu masuk menuju nirwana. Sayangnya, kabut sore menyertai kedatangan kami, cahaya jingga matahari senja luput dari harapan. Suatu hari saya akan kembali, menghabiskan waktu lebih lama untuk menelusuri satu per satu bebatuan yang tersusun indah. Mencari informasi sejarah dan mitos selengkap-lengkapnya karena masing-masing titik menawarkan sensasi sejarah yang penting pada masanya. Kawasan candi ini juga tidak begitu ramai, bersih dan hijau.

1451720871243

Taman Kawasan Ratu Boko

Malam harinya kami mengantarkan Ica dan Andra ke Stasuin Tugu menuju Malang. Setelah itu, Saya dan Kumiw menuju Malioboro untuk bertemu rombongan dari Bandung. Tidak jauh berbeda dengan objek wisata lain, Malioboro penuh dengan wisatawan domestik. Akhirnya, kami hanya berbincang sedikit dipinggir jalan dibawah lampu. Kami memutuskan untuk pulang dan beristirahat untuk perjalanan esok hari, pulang menuju Bandung.

1451720595656

Sayonara Jogjes

26 Desember 2015. Sayonara Jogjes! Perjalanan panjang dalam liburan singkat ini sangat asik dan seru, cukup bermanfaat untuk saling mengenal. Namun, saya (masih) tetap percaya pendakian ke gunung tinggi adalah cara yang tepat untuk melihat karakter dan sifat asli seseorang. Tujuannya bukan untuk menilai dan membatasi diri, hal ini penting untuk mengenal dan menyadari sejak dini, peran dan respon apa yang harus dijalankan untuk menghadapi perbedaan, berdamai dengan ketidaksesuaian, dan tetap bertahan. Finally, everybody is unique, so are we! Selamat tahun baru 2016.

1451714084940

Pose of the year: Meliuk

Posted in Jalan-Jalan | 5 Comments

Rumah Masa Depan

Ditengah jam kerja yang menjenuhkan, saya tiba-tiba berfikir instant; “jadi ibu rumah tangga asik juga, mungkin ya.” — “wah boleh juga, apalagi kalau rumahnya asik, gue rela deh, jaga rumah, ngurus anak, baca buku, dll yang asik.” — “ah, harus tetap produktif, diam di rumah, tapi juga menghasilkan sesuatu.” — monolog ini berakhir dengan, rencana untuk menuliskan rumah seperti apa yang saya idam-idamkan. Berikut adalah rinciannya.

Desain-Rumah-Kayu-Minimalis-600x399

Rumah Idaman

Konsepnya rumah kayu minimalis, dinding tetap dari bata dan semen, namun dilapisi kayu atau dicat sedemikian rupa sehingga mirip kayu. Karena biaya untuk membuat rumah kayu sangat mahal!

Untuk mempermudah visualisasi, mari kita mulai dari pintu pagar depan rumah. Seperti yang terlihat digambar, rumah ini cukup berpagar tanaman. Memaskui halaman rumah kita disambut dengan rumput tak beraturan, cukup untuk lokasi barbecue party, dan jarak antar pohon cukup untuk menggantung hammock.

hammock

Untuk Bersantai

Menuju pintu masuk rumah, ada tangga yang juga tersusun dari bebatuan, tidak seperti gambar, nantinya saya akan meletakkan banyak pot tanaman dipinggiran tangga atau dikombinasikan merata dengan rerumputan, tanaman hijau tentunya.

Tepat disebelah kanan, akan ada meja dan tempat duduk nyaman untuk membaca. Sebelah kiri adalah 2 kursi dan 1 meja diantaranya. Kursi ini nantinya akan menjadi lokasi bersenda gurau bersama pasangan hidup, berbincang apapun, atau sekedar duduk santai menanti buah hati pulang ke rumah.

kursi

Senda Gurau

Masuk ke dalam rumah, akan ada ruang tamu minimalis, terdiri dari sofa-sofa berwarna kayu, karpet macan tutul dan sejumlah foto keluarga. Masih di lantai satu, terdapat ruang baca sekaligus ruang santai keluarga. Oh ia, ada ruang makan juga dan dapur bersih. Ada gemericik air mengalir di dinding, dengan kolam kecil berisi ikan-ikan air tawar. Saya selalu membayangkan sebuah rumah yang berpusat pada satu poros, yaitu taman dalam rumah lengkap dengan kolam ikannya.

kolam mungil 6

Kolam Ikan Minimalis

Seperti terlihat digambar, lokasi ini bisa menjadi tempat bersenda gurau, makan lesehan, membaca buku, atau sekedar tempat bediam diri, dekat lokasi ini juga akan ada musholla kecilnya. Alangkah asiknya, membaca Ayat Suci dalam suasana rumah yang seperti ini, kan?

Kamar anak ada dilantai pertama ini, 2 kamar anak dengan 1 kamar mandi, dan jika cukup 1 kamar tamu yang lengkap dengan kamar mandi di dalam. Karena diawal cerita saya berniat menjadi ibu rumah tangga, jadi tidak perlu kamar pembantu, ya. Oh ia, pencahayaan dalam rumah serba warm white, sehingga terasa lebih nyaman. Aplikasinya dapat dilihat digambar.

Area-bawah-tangga-dimanfaatkan-sebagai-taman-minimalis

Pencahayaan dan Design Tangga

Dari semua ruangan, lantai 2 adalah lantai utama. Akan ada 1 kamar tidur utama lengkap dengan kamar mandi, ruang kumpul keluarga inti yang juga merupakan perpustakaan pribadi. Di lantai 2 ini, merupakan lantai khusus keluarga inti, yang bisa naik ke lantai 2 tidak sembarangan orang, karena aktivitas diluar keluarga inti dikerjakan di lantai 1.

Contemporary-Old-Custom-Home-Library-Design(1)

Perpustakaan Pribadi

Sejak kecil saya selalu memimpikan sebuah ruangan pribadi yang nyaman dengan buku bertebaran rapi di setiap dindingnya. Di ruangan itu juga, saya bisa membaca bebas, dimanapun. Dalam ruangan itu juga, saya bisa menghabiskan banyak waktu tanpa diganggu, membaca semau-mau, atau tertidur karena bahan bacaan mulai membosankan.

Demikianlah, rumah idaman versi seorang karyawan swasta yang sedang terjebak bosan tanpa kerjaan. Semoga kelak bisa menjadi kenyataan, aamiin.

Posted in Sosial | 8 Comments

Menuju 1/4 Abad

Usia 24 tidak lagi masuk kategori dewasa awal, ini adalah usia matang dalam banyak hal, setidaknya demikian konstruksi sosial yang berkembang di tanah air. Ada banyak hal yang sudah direncanakan jauh sebelum usia ini akhirnya resmi dirayakan. Ada banyak hal diluar dugaan terjadi, hingga akhirnya saya membiarkan alam semesta berjalan apa adanya, baru tahun ini saya menjalani hidup di luar timeline, ternyata asik juga. Hidup menjadi lebih santai, woles cuy yang penting hepi.

Namun, kebiasaan untuk hidup teratur tidak bisa saya lepaskan begitu saja, cita-cita dan mimpi yang sudah dibangun sejak bangku SMA tidak saya biarkan mengalir tanpa arah. Saya mulai mengejar beberapa prioritas yang sempat di-nomor-sekian-kan, mungkin tepatnya bukan lagi mengejar, tetap berjalan ke tujuan, perlahan dan tidak grasak-grusuk. Tuhan selalu punya cara untuk menjawab retorika manusia, satu per satu hal-hal yang keluar dari rencana mulai terjawab. Saya semakin membiarkan semua berjalan apa adanya.

Menuju usia 25, saya tidak banyak bercita-cita, mengubah yang bisa dirubah, mengejar yang bisa dikejar, melakukan hal-hal sederhana, dan bahagia tanpa alasan, bebas tanpa syarat. Akhir pekan di penghujung oktober saya habiskan bersama mereka, sebuah keluarga yang baru saya kenal, namun begitu cepat membuat saya nyaman. Alur perkenalannya pun atas kehendak Tuhan, unpredictable. Dan alur kedepannya juga saya serahkan kepada Yang Maha Kuasa, kita berencana baik dan berfikir sepostitif mungkin. Bismillah ….

Posted in Jalan-Jalan | Leave a comment

The Invisible Hand – Cacar – Paru dan WU

MSc Urban Environmental Management

Akhirnya, 22 September 2015 saya mendapatkan LoA dari Wageningen University (WU), ternyata prosesnya tidak serumit yang saya bayangkan. Langkah berikutnya adalah mencari beasiswa pasca sarjana, pilihan saya sampai saat ini ada di LPDP dan Stuned. Deadline LPDP tahun ini adalah 19 Oktober 2015, 1 hari sebelum usia saya genap 24 tahun.

Semua dokumen sudah saya dapatkan, namun, saya kembali dihadapkan pada kondisi yang tidak bisa saya kontrol, istilah sederhananya the invisible hand – ‘tangan tuhan’. Ada yang bermasalah dengan organ paru-paru saya (sampai saat tulisan ini dibuat, saya belum cek lab lanjutan), sehingga harus menjalankan rangkaian tes medis, singkat cerita prioritas saya kali ini adalah mengembalikan fungsi paru-paru, baru mengejar hasrat untuk melanjutkan sekolah. Selain itu, tertanggal 28 September – 9 Oktober 2015 saya terserang virus Varicella simplex atau lebih dikenal dengan cacar air. Manusia bisa berencana, Allah juga yang menentukan hasilnya.

Dari awal tahun 2015 saya dihadapkan pada sejumlah situasi yang membuat bertambahnya kepercayaan saya kepada Allah. Saya yakin rencana Allah pasti yang terbaik, yang bisa saya lakukan adalah bersabar dan menjalankannya dengan selalu berfikir positif. Manusia, pasti ada saja keluh kesahnya, saya bersyukur Allah mendampingi saya dalam banyak cara, salah satunya ia kirimkan orang-orang yang selalu membuat saya bersemangat memulai hari. Saya sangat yakin, rencana dan doa saya sedang dalam proses pencapaian, dan Allah telah mempersiapkan waktu yang tepat. Perjalanan ini kelak akan saya kenang sebagai momentum yang membentuk saya di hari depan dan akan menjadi cerita hari tua yang berkesan untuk anak cucu kelak, InsyaAllah.

Posted in Beasiswa | Tagged , , , , | 32 Comments

Dari Sheffield ke Wageningen

4 Agustus 2015, mendapatkan surat elektronik dari Department of Geography, yang mengingatkan bahwa saya harus segera mengunggah hasil IELTS, menjadi pintu gerbang untuk membuka kesempatan baru, mengambil keputusan untuk pindah tujuan studi, IELTS saya kurang 0,5 point. Karena malas mengambil tes IELTS untuk kedua-kalinya, saya memutuskan untuk pindah haluan ke Wageningen University (WuR). Alasan paling mendasar memilih universitas ini karena The City of Life Sciences (julukan untuk Wageningen) memiliki kualitas ilmu lingkungan yang lebih baik dari University of Sheffield (UoS).

Selain itu, mata kuliah yang diberikan juga lebih sesuai dengan minat dan kebutuhan saya. Namun, UoS memberikan saya waktu untuk berfikir, mereka memberikan kesempatan untuk ikut dalam program studi tahun 2016, sungguh baik! Begitulah seharusnya pendidikan, dari awal tidak memberatkan calon didikannya. Indonesia harus mencontoh hal ini, harus!

LoA 2016 - Defer

15 September 2015, proses pendaftaran ke WuR lebih lancar, mungkin karena saya sudah memiliki pengalaman melakukan hal serupa, selain itu tidak mensyaratkan surat rekomendasi yang membutuhkan waktu 2 minggu. Pertama, kita mengisi online application form, lalu mengunggah semua persyaratan yang dibutuhkan. Dari proses ini saya mendapatkan nomor registrasi. Kedua, menuggu 3 hari untuk mendapatkan nomor file dan password untuk login ke STARS (Student Tracking Admission Registration System). Ketiga, berdasarkan cerita teman, saya harus menunggu tidak lebih dari 2 minggu untuk mendapatkan LoA Unconditional dari WuR (Bismillah, semoga segera mendapatkan kabar gembira ini, hehe).

Rekam Jejak Aplikasi

Saatnya menunggu, bersabar, dan banyak berdoa. Jika Allah sudah berkehendak, semua akan lancar dan mudah saja, kan?! —

Posted in Beasiswa | Tagged , , | 15 Comments