Tentang Impian

Be a Dream not a Dreamer

Setiap orang pada dasarnya memiliki impian, namun hanya beberapa dari mereka yang menyadarinya, dan sedikit dari sejumlah orang itu yang mereaslisasikannya. Bermimpi itu mudah, kita hanya tinggal membayangkan apa yang kita inginkan, yang terasa berat adalah merealisasikan impian menjadi tindakan.

Masalah, adalah istilah yang digunakan untuk mendefinisikan kesenjangan antara impian dan kenyataan, namun ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, masalah itu timbul karena kenyataan yang sulit atau karena impian yang terlalu tinggi, atau tidak sesuai dengan kemampuan. Tidak ada larangan untuk bermimpi setinggi bintang dilangit, meskipun demikian kita juga harus menyesuaikan niat tersebut dengan kemampuan yang dimiliki, harus terukur dan logis.

Lalu bagaimana dengan saya? impian macam apa yang saya rencanakan sebagai jalan kehidupan di masa mendatang? berikut narasi singkat perjalanan yang ingin saya lalui dalam kehidupan, dengan tujuan yang tidak lain tidak bukan adalah menjadi bahagia dunia dan akhirat. Sederhana dalam kata, namun Kompleks dalam kenyataannya.

Mimpi besar saya adalah memiliki sejumlah lembaga pendidikan (sekolah) di 5 benua dengan tidak menarik sejumlah tagihan bagi semua pelajarnya, dengan kata lain gratis. Saya bermimpi suatu saat sekolah tersebut dapat menampung manusia pintar yang kurang beruntung secara finansial. Mungkin mimpi ini sederhana untuk diimpikan namun saya sadar sungguh sangat banyak tantangan untuk merealisasikannya.

Hal pertama yang akan saya lakukan adalah benar-benar membuat diri saya secara personal sejahtera terlebih dahulu, bagaimana mungkin seseorang berfikir untuk membantu orang lain ketika dirinya sendiri masih dalam kategori orang yang membutuhkan bantuan. Sehingga wajar ketika dipertanyakan pekerjaan macam apa yang saya inginkan, sudah pasti yang mendatang kebahagiaan, baik secara lahir maupun batin, kebahagiaan secara finansial, serta kalau bisa bermanfaat tidak hanya untuk saya pribadi.

Untuk saat ini yang terbayang oleh saya bukanlah karyawan  sebuah perusahaan besar yang kerja hanya datang pagi pulang sore, kemudian sibuk dengan kepenatan kota.

Yang saya bayangkan adalah pekerjaan yang tidak di gedung bertingkat, yang mengharuskan saya datang menikmati kemacetan ibu kota, dan pekerjaan yang terlalu struktrural.

Yang saya bayangkan, adalah pekerjaan turun ke lapangan, mendatangi wilayah sasaran dengan tujuan untuk melakukan pengembangan untuk kemajuan wilayah tersebut. Sehingga tempat kerja saya akan berpindah setiap dimulainya program baru di sejumlah wulayah sasaran, saya kemudian mengenal ini sebagai Social Planner atau saya lebih suka menyebutnya Social Engineer.

Karena saya suka sekali kegiatan travelling, maka saya berharap dapat juga mengenal banyak daerah baru diseluruh penjuru dunia melalui pekerjaan ini. Dan kemudian pertanyaan yang muncul adalah, dimana tempat saya akan bernaung? Pilihan yang tidak sulit buat saya, kali ini yang saya bayangkan adalah lembaga internasional yang bergerak di isu pembangunan, UNDP (United Nation Development Program).

Berharap dari sana saya dapat merealisasikan mimpi besar saya di bidang pendidikan. Meskipun terlihat saya hanya menyumbangkan ide dan gagasan yang kemudian direalisasikan, namun tentunya kebermanfaatan yang menjadi penting untuk diperjuangkan. Mulai dari sekarang saya akan melakukan sejumlah persiapan yang nantinya akan mendukung impian saya untuk menjadi kenyataan.

Tentunya mimpi ini bukan pekerjaan mudah, butuh waktu dan tenaga yang tidak kecil, butuh niat yang benar-banar tulus, dan komitmen yang tinggi. Konstruksi sosial yang menempatkan saya sebagai perempuan yang seharusnya secara kultural mengikuti pasangan hidupnya kemanapun dan dimanapun, mungkin akan menjadi tantangan tersendiri dalam merealisasikan mimpi ini.

Namun, saya percaya niat yang baik akan datang kepada pribadi yang baik, dan yang juga saya bayangkan, adalah Tuhan mempersiapkan untuk saya pasangan yang juga memiliki passion yang tidak jauh berbeda, memiliki semangat kemanusiaan dan kebermanfaatan, dan dapat menjadi motivator handal dalam pencapaian mimpi saya yang kemudian dapat menjadi mimpi kita.

Demikian DUNIA IMPIAN saya, dan bagaimana dengan impian kalian??

4 Responses to Tentang Impian

  1. detour says:

    semoga tercapai nak..

  2. Impian itu semakin dekat, insyaAllah ^_^

  3. Hafidh Frian says:

    Mimpi yang mulia, dan secara teori akan mudah terwujud jika banyak orang yang mau berserikat bersama, dan bolehlah kiranya kita berbincang-bincang, saya juga tertarik dengan pemerataan pendidikan, terutama di Indonesia ini, Punya cita-cita yang sama pula, tetapi memulainya masih terlalu susah.
    Best regard,
    Hafidh

  4. farid says:

    semoga kelak segera tercapai mb. 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s