Pelosok Utara Bavaria

 

IMG_0954Satu tahun yang lalu, saya berfantasi tentang energi hijau yang politis itu, energi angin,  air, tenaga surya, ombak, dan kawan kerabat energi hijau lainnya. Tentu saja, hal-hal teknis tidak menarik perhatian saya, otak sosial saya sudah menolak angka-angka sejak  pertengahan tahun 2009, tepat saat saya dinyatakan lulus dari jeratan ilmu pengetahuan alam. Saya lebih tertarik memperhatikan pola persepsi dan resistensi masyarakat dalam menghadapi beragam fenomena sosial. Imajinasi ini juga yang mengirim saya untuk berkeliaran di sejumlah desa di Jerman bagian selatan, mencari jawab atas hal-hal yang sulit dijelaskan dalam angka dan statistika. Menyelami pola pikir orang-orang desa di negara kaya, mencoba memahami, dan berharap ada manfaat. Banyak hal menarik yang saya temukan di lapangan, tentunya tulisan ini tidak akan membahas hasil penelitian akademis. Prosa ini hanya tulisan tak berkerangka, yang dibuat saat saya bosan menulis laporan penelitian, di Praha.IMG_1017Mobil mewah berkeliaran, macam Avanza di Indonesia. Hal pertama yang menarik adalah kendaraan yang parkir di jalanan desa, tidak banyak mobil-mobil kaleng buatan Jepang, mayoritas mobil kelas premium. Jelas saja, saya berkelana di desa milik negara yang memproduksi mobil-mobil harga langit. Keluar rumah disambut ciptaan Franz Josef Popp, Mercedes Benz. Depan warteg Itali (red: Pizzeria) berjajar AUDI dan BMW, tidak jauh dari warteg terparkir sembarang mobil-mobil berkelas lainnya, sedangkan motor kelas BMW hanya dibiarkan terpapar sinar matahari dan berhujan ria di depan rumah. Mesin-mesin pertanian dan kebersihan. Segala hal dijalankan dengan mesin, gali lubang, tanam bibit, siram kebun, panen buah, menyapu jalanan, mengeringkan dedaunan yang gugur sebelum disapu mesin, dan lainnya, atau menjadi hal tidak aneh mengendari kendaraan pertanian ke super market.

Alat fitnes dari kayu di jalur hutan. Jalanan itu sengaja dibuat sebagai jalaur resmi masyarakat yang ingin berjalan kaki menikmati hutan desa. Yang menarik, jalur ini dilengkapi dengan pos-pos perhentian, setiap posnya akan ada satu atau dua alat fitnes yang terbuat dari kayu, seperti dumbbell, barbell, fitnes bench, shit up bench, dip bar, dan lainnya. Selain itu, di setiap posnya disediakan papan yang menjelaskan apa yang harus dilakukan selama berada di pos dan apa yang harus dilakukan saat menuju pos selanjutnya, misal harus berlari cepat dalam durasi maksimal 7 menit untuk sampai di pos berikutnya.

 

Hari pemberkatan kuda. Setiap tahunnya, gereja tua itu merayakan ulang tahun salah satu tokoh yang sangat menyayangi binatang. Pada hari yang sama, puluhan kuda berbaris menunggu waktu pemberkatan. Yang menarik bukan kuda-kuda dewasa yang gagah, dalam deretan itu kuda poni pun hadir dalam barisan, pengendaranya sesuai ukuran kuda, anak kecil.

Kolam berenang bertenaga surya. Kolam manusia ini terletak tepat di kaki bukit kawasan hutan lindung Spessart. Jam bukanya terbatas hanya di musim panas. Air kolam ini hangat, energinya dihasilkan oleh panel tenaga surya. Di kolam yang sederhana ini, orang-orang merayakan hari yang panas, berjemur hingga kusam, matahari adalah kemewahan.

 

swimbad

sumber: http://www.spessartbad-moenchberg.de

 

Mesin pencuci piring. Berlandaskan niat untuk hemat air, tenaga (manusia) dan waktu, dapur orang-orang desa ini sungguh mewah. Selain dilengkapi banyaknya jenis mesin pembuat ini itu, selalu ada mesin pencuci piring. Sayangnya mesin ini tidak mampu membersihkan alat makan yang kotor bekas makanan Asia, yang bersantan, yang lengket, yang bau bawang. Saya tetap harus mengalirkan air ke alat makan itu sebelum diproses oleh mesin. Mesin ini hanya bermanfaat untuk mereka yang pagi, siang, dan malam makan roti.

Never judge a house by its cover. Banyak rumah tua tradisional yang lemah dan kusam di desa ini. Tapi cobalah ketuk pintunya dan masuklah ke dalam ruangannya, kalian akan disapa modernisasi di setiap sudut rumah. Interiornya sangat apik dan bersih. Rumah-rumah tua ini masuk dalam perlindungan negara, jadi pemilik rumah tidak diperbolehkan untuk mengubah desain luar, selain itu setiap perbaikan harus dilaporkan ke pihak berwenang untuk mendapatkan izin. Rumit kan?

Perpustakaan sukarela. Hal menarik lainnya adalah perpustakaan mini di pinggiran jalan desa. Peraturannya sederhana, baca ditempat atau bawa pulang, dengan catatan buku dikembalikan atau digantikan dengan buku lain yang disumbangkan dengan sukarela ke perpustaan mini ini. Sayangnya, semua buku dalam bahasa Jerman, alhasil manfaat yang saya rasakan hanya untuk berfoto sambil pura-pura baca.IMG_0906Olahraga sepeda. Di Belanda sepeda menjadi kendaraan sehari-hari, di sudut desa di Bavaria ini sepeda juga dijadikan olah raga unik. Mungkin kita biasa melihat hal seperti ini di sirkus. Ketika saya menonton anak ini latihan, jantung saya berdetak tidak beraturan. Sang pelatih menawarkan saya untuk mencoba olag raga ini, dia berjanji akan memandu, tentunya tidak saya terima. Mengendarai sepeda di jalan datar Belanda saja tidak lancar, beberapa kali oleng, kalau saya mencoba olah raga ini, bukan hanya saya yang cidera, mungkin pelatihnya juga akan berdarah-darah. Saya juga sadar diri, ada ukuran berat badan maksimal untuk bisa memulai olah raga ini. Pelatih itu terlalu naif dalam berbasa-basi.

Demikian cuplikan hal-hal yang menarik perhatian saya selama penelitian di Jerman. Dari sekian banyak hal unik yang tidak dapat saya narasikan dalam prosa singkat ini, ada satu pesan penting yang bisa saya bawa pulang, bahwa hidup itu tidak perlu terlalu berencana, jalankan hari demi hari sesuai porsi dan kebutuhan, hiduplah apa adanya, bahasa santainya, jangan ngoyo!

Praha – Awal Musim Dingin, 2017.

Advertisements

About arsiyawenty

Traveler and Dream Catcher
This entry was posted in Eropa, Jalan-Jalan. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s