Skandinavia dan Fantasi Kabahagiaan

scandinavians' flag

The Scandinavia

Why does Norway rank first in the global happiness report 2017? | I don’t know, perhaps you should visit my country, then you go and live there, see how it works | I will …

Siang itu, dengan sengaja, saya membuka percakapan dengan salah satu teman yang berasal dari Norwegia, tentang kehidupan di negara kaya dengan indeks kebahagiaan tertinggi di dunia. Meskipun harga minyak dunia semakin menurun, negara-negara di sepanjang semenanjung skandinavia ini, terus melangkah naik dalam jajaran atas indeks kebahagian dunia. Namun, bijakkah ‘mereka’ mendefinisikan dan memberikan nilai pada kebahagiaan? Apakah statistika dapat menjabarkan alasannya? dan Seberapa objektif penilaian ini, jika dilihat dari kacamata wisatawan lepas, yang berkunjung hanya ke ibukota dengan keterbatasan pengetahuan, waktu, dan biaya?

Tenang saja, catatan perjalanan ini tidak akan menjawab pertanyaan apapun, hanya untuk pengingat hari esok, tentang masa muda, yang diisi dengan hal-hal tidak serius, hanya ada canda dan tawa pasangan muda. Pada kesempatan kali ini, tabungan kami hanya cukup untuk mengunjungi 4 negara, itupun hanya ibukotanya saja, tanpa Iceland. Perjalanan ini dimulai dari Denmark (Copenhagen), Swedia (Malmo, Gothenborg, dan Stockholm), Norwegia (Oslo), dan berakhir di Finlandia (Helsinki). Disana, semua tinggi; tingkat pendidikan, pendapatan, pajak, biaya hidup, transportasi, teknologi, bahkan toleransi sosial, dan lainnya, yang rendah hanya suhu! Meskipun musim panas, angin utara berhembus layaknya musim dingin di awal Desember.

Denmark – Copenhagen

IMG_0113

Melintasi Pelabuhan Nyhavn

Flixbus adalah transportasi murah yang menghubungkan kota-kota di Eropa, jangan bandingkan dengan bus-bus murah di Indonesia, karena di Eropa murah bukan berarti berkualitas rendah. Transportasi ini nyaman dan aman, terutama untuk menghemat biaya perjalanan. 12 jam perjalanan Amsterdam – Copenhagen ditutup dengan kekaguman saya melintasi The Great Belt Fixed Link yang menghubungkan Denmark bagian timur dan barat. Disepanjang jalan, pemandangan Offshore Wind Farms menambah rasa kagum saya atas investasi teknologi negara tertua di Skandinavia ini. IMG_9920Rosenberg adalah sebuah istana yang dibangun pada awal abad ke-17 oleh raja paling terkenal se-Skandinavia, Christian IV. Bangunan ini berada di komplek wisata museum, terdapat total 6 museum yang dapat dikunjugi, dengan biaya 195 DKK. Selama di lokasi, kami hanya sempat menikmati taman sekeliling istana, sama halnya dengan taman-taman di Eropa lainnya, penuh dengan bunga, kolam, rumput hijau, pepohonan rindang, dan anak-anak kecil berlarian. Mungkin ada relasi linear antara indeks kebahagiaan dengan ruang terbuka hijau, semakin banyak ruang publik yang mendorong interaksi sosial warganya, semakin tinggi pula kepuasan hidup warga sekitarnya. Dengan catatan, interaksi itu disertai dengan toleransi sosial, karena akan merepotkan kalau ruang publik diperebutkan untuk urusan akhlak dan kepercayaan, hmm.

IMG_9954Eropa sangat indentik dengan pusat kota; city center atau centrum, merupakan lokasi bertemunya penjual dan pembeli cinderamata. Jalan-jalan kali ini, kami tidak mengalokasikan dana untuk membeli oleh-oleh, sebagai perbandingan harga magnet di Eropa Selatan 1 euro, sedangkan di Skandinavia harga paling murah 5 euro dengan design serupa. Prihal akomodasi, kebetulan apartement kami berada di lokasi komunitas muslim, Norrebro, jadi sangat mudah untuk mencari toko dan tempat makan halal.

Lokasi lain yang kami singgahi adalah Kastellet, merupakan bangunan bersejarah tempat pelatihan militer, yang menarik area ini berbentuk segilima, layaknya bintang. Karena lokasi ini masih digunakan sebagai pelatihan militer, tidak semua lokasi bisa dikunjungi oleh wisatawan umum, selain itu ada larangan untuk menggunakan drone. Dari lokasi ini juga kita bisa melihat pemandangan kawasan industri Copenhagen lengkap dengan cerobong asap, yang membedakan, asap yang keluar dari cerobong berwarna putih, hasil penyaringan, sehingga lebih ramah lingkungan dan cenderung tidak menyebabkan polusi udara.

2011-09-28_Kastellet_

Kastellet (sumber: kastelletsvenner.dk)

Bercerita tentang Skandinavia tidak terlepas dari kota pelabuhan dengan gedung warna-warninya, sama halnya dengan Pelabuhan Nyhvan. Biasanya gambar seperti ini menghiasi layar windows, kali ini saya melihat langsung betapa rapi dan bersih penataan pelabuhan di negara orang. Terdapat cafe disepanjang jalan, hilir-mudi kapal, burung-burung, dan air laut yang bebas sampah dan minyak. Bayangkan, kalau suatu hari Muara Angke bisa seindah ini, mungkin perjalanan menuju pulau seribu akan lebih nyaman dan menyenangkan. IMG_0112Meskipun berstatus ibukota, saya tidak merasakan kemacetan kendaraan, tidak sesak dengan polusi udara, ataupun hiruk-pikuk manusia. Yang ada hanya, ketertiban umum; lalu lintas yang teratur, transportasi umum yang nyaman, dan rasa aman. Dari Copenhagen saya belajar memahami mentalitas kebarat-baratan, tentang kota yang penuh dengan standarisasi, tentang mesin-mesin yang menggantikan peran manusia, karena besarnya biaya operasional seorang karyawan. Tentang fantasi kebahagiaan yang dibentuk melalui keteraturan dan kemapanan.IMG_0110

Swedia – Malmo, Gothenburg, dan Stockholm

Malmo hanya menjadi kota transit sebelum Gothenburg, jadi kami hanya mampir ke lokasi yang dekat dengan stasiun sentral. Tidak banyak yang bisa dilakukan, selain keterbatasan waktu, kedatangan kami juga disambut hujan deras yang tiba-tiba mengguyur kota. Istana yang tidak jauh dari pusat kota ternyata tidak begitu besar, justru universitas maritim yang terletak dekat stasiun lebih menarik, dilangkapi dengan jembatan musik, jadi setiap langkah di jembatan itu menghasilkan nada.

 

Gothenburg adalah kota terbesar kedua setelah Stockholm, kota Pelabuahan. Kami dikejutkan dengan sebuah bangunan masjid yang besar, berlokasi tidak jauh dari penginapan, Goteborgs Mosque. Tidak pernah terbayang sebelumya, kami akan menjumpai masjid semegah ini, bangunan dua lantai yang berada di pinggir bukit batu. Awalnya saya sempat pesimis dengan kota ini, karena tiga kali kami ditolak oleh penginapan dengan alasan yang tidak jelas, bahkan saya sempat berfikir negatif tentang kota yang tidak menerima penghuni berjilbab. Ternyata saya salah, saat tiba di lokasi kami menjumpai banyak teman-teman dari Turki dan Maroko, bahkan komunitas ini juga memiliki bangunan masjid yang mewah dan bebas beribadah.

IMG_0221

Masjid di Gothenburg

Pelabuhan di Gothenburg tidak semenarik Copenhagen, tidak ramai dengan resto dan cafe. Namun, ada gedung opera dan taman bermain remaja dan anak. City center terletak tidak jauh dari pelabuhan, bisa ditempuh dengan jalan kaki. Hari itu bertepatan dengan hari ulang tahun putra mahkota kerajaan, jadi pernak-pernik bendera Swedia bertebaran; di kapal yang bersandar di pelabuhan, gedung-gedung, tepi jalan, dan kendaraan umum.

Buat kami, bagian paling menarik dari kota ini adalah Slottskoggen, taman luas yang mencakup kebun binatang gratis, merupakan lokasi yang cocok untuk kegiatan outdoor, relaksasi dan rekreasi. Selama musim panas, matahari bersinar dari jam 3 pagi sampai jam 11 malam, di lokasi ini juga kami menjumpai banyak keluarga yang sedang piknik atau muda-mudi yang berjemur, bercengkrama menghabiskan akhir pekan, sembari menikmati sinar matahari yang hadir tidak lebih dari 4 bulan.

Jalan-jalan kali ini cukup berputar, setelah Gothenburg kami pindah ke Oslo, Norwegia dan kembali ke Swedia, tepatnya Stockholm. Dalam catatan perjalanan ini, untuk memudahkan alur cerita, Stockholm akan dinarasikan lebih dahulu sebelum Oslo. Stockholm adalah Ibukota Swedia, merupakan kota termahal dari semua kota yang kami singgahi. Transportasi umumnya, dua kali lipat lebih mahal dari Oslo, sama halnya dengan penginapan, makanan dan cinderamata.

IMG_0566

Sodermalm Stockholm

Sodermalm adalah lokasi pertama yang kami kunjungi sebelum The Old Town, lokasi ini mendapatkan gelar sebagai the ‘coolest’ neighbourhood in Europe, karena merupakan lokasi berkumpulnya perusahaan start-up, technology-hub, center of hippiesindependent cafes and bars. Tepat diseberang Sodermalm, ada City Hall merupakan gedung pemeritahan dan kesenian, juga terdapat museum, dan taman untuk sekedar duduk bercengkrama dengan rekan, atau membaca buku, seperti remaja yang terlihat pada gambar.

Di kota tua Stockholm kami tidak sempat berkeliling, mengikuti jejak turis eropa, kami menghabiskan waktu cukup lama di tepi pelabuhan, membuka obrolan lepas atau saling mengejek, hal-hal sederhana tanpa makna, yang penting ketawa dan bahagia. Mencicipi belgian ice cream atau keluar masuk toko tanpa membeli, kemudian mengkritisi design dan harga, just like a pro. Singkat cerita, jejak kami di Ibukota Swedia tidak beragam, yang banyak hanya jalan kakinya, untuk menghindari tiket kendaraan umum yang harganya selangit. Dari Swedia kami belajar, tentang fantasi kebahagiaan yang dibentuk diatas mahalnya rutinitas dengan tingginya pajak yang menggerogoti pendapatan.

Norwegia – Oslo

Norwegia menjadi kaya sejak eksplorasi minyak bumi sebagai sumber devisa negara, yang cerdas mereka tidak serta-merta mengeksploitasi dan bergantung hanya pada sumber daya tak terbarukan ini, alhasil ketika harga minyak dunia turun drastis, negara ini tetap melaju dengan investasi green-energy, sumber daya manusia, dan good governance. Jadi, wajar saja pada april 2017, negara ini memiliki indeks kebahagiaan tertinggi di dunia. Dalam perjalanan kali ini, Oslo menjadi kota yang paling kami senangi, karena tata kotanya yang indah, kombinasi pelabuhan dan taman hijau yang bertebaran di setiap sudut kotanya; terjaga dan terpelihara. Bahkan bebek dan burung di Oslo pun terlihat lebih gendut dan bahagia.

IMG_0473

Naturhistorisk Museum lengkap dengan botanical garden, dikelola oleh University of Oslo. Terdapat Zoological Museum dan Geological Museum, keduanya dapat dikunjungi secara gratis, sayangnya kami tidak begitu tertarik mengunjungi museum, jadi selama di sana kami hanya menikmati taman dan sejumlah danau buatan yang berukuran sangat kecil. Sebenarnya, Indonesia punya banyak taman serupa, yang membedakan adalah mental warga negaranya, disini semua orang menjaga kebersihan dan kerapihan, tidak ada coretan ataupun tangan usil yang memetik bunga atau menginjak-injak rumput dengan tujuan merusak. Dari taman tersebut, kami berjalan kaki menuju Oslo Opera House yang berada dipinggir palabuhan. Disana kami menikmati sunset pertama di Skandinavia, gedung opera yang diresmikan pada tahun 2007 ini sangat unik, layaknya kapal yang bersandar di pelabuhan.

IMG_0404Royal Palace merupakan bangunan paling penting di Norwegia yang dibangun sejak masa kejayaan King Carl John, meskipun demikian, istana ini baru diresmikan setelah kematiannya, tepatnya pada masa King Oscar I. Istana ini terletak di atas bukit lengkap dengan taman-taman di sepanjang lembahnya. Sama halnya dengan kerajaan lainnya di Eropa, Raja hanya berperan sebagai simbol budaya dalam seremonial negara.

Nobel Peace Center terletak tepat di tepi Oslo Fjord dan tidak jauh dari Akershus Fortress. Kami tidak tertarik untuk masuk gedung ini, namun kami lebih tertarik menguras sedikit energi menuju bangunan istana diseberang Nobel Peace Center. Akershus Castle merupakan istana raja yang dibangun sejak awal abad ke-13, lokasi ini sangat tepat untuk menikmati Oslo Fjord dari ketinggian. akershus_fortressPada hari terkahir, kami melihat taman hijau lainnya yang tak kalah menarik, Frogner Park. Di taman ini, banyak sekali patung tidak berbusana, salah satu titik central taman ini melambangkan simbol kejantanan. Meskipun taman ini ramai dengan turis mancanegara, warga lokal tetap bisa menikmati sudut lain dari taman ini, karena terbagi dalam beberapa bagian, bagian inti taman adalah yang teramai, sedangkan di sisi kanan dan kiri, masih terdapat banyak ruang terbuka untuk piknik dan berjemur. IMG_0508Oslo mungkin tidak bisa mewakili fantasi kebahagiaan yang dihadirkan melalui keindahan alam Norwegia. Namun, bagi kami ibukota ini cukup memberikan alasan untuk datang kembali menjelajahi semenanjung timur dan utara, merasakan pengalaman membangun tenda di depan rumah warga lokal, atau mencicipi northern light terbaik di dunia, semua ada di bagian utara norwegia. Fantasi kami tentang kebahagiaan di Norwegia masih berkeliaran tanpa arah, mungkin lain waktu, di kesempatan yang lain.

Finlandia – Helsinki

Finlandia dinobatkan sebagai negara dengan sistem pendidikan terbaik di dunia, inovatif dan kreatif. Tidak ada pekerjaan sekolah yang dibawa ke rumah, jam belajar tidak mengganggu jam bermain anak, dan setiap anak dibebaskan untuk belajar apapun yang menarik minat mereka, tidak melulu prihal akademik. Pendidikan tidak dijadikan sebagai pabrik yang menciptakan keseragaman atau mesin penghasil budak korporasi. Terdengar menyenangkan, ya?!

IMG_0732

Saya tidak begitu mengidolakan Helsinki, pertama kali mendengar kota ini adalah ketika media nasional di Indonesia sibuk memberitakan perjanjian damai atau Helsinki Agreement antara Gerakan Aceh Merdeka (GAM) dengan Indonesia usai bencana besar Tsunami melanda aceh. Selebihnya, saya tidak peduli. Karena rendahnya rasa ingin tahu itu juga yang membuat saya tidak kagum melihat kota yang sangat teratur ini. Satu hal yang cukup menarik adalah taman dekat Finlandia City Hall. Lagi-lagi ruang terbuka umum, tempat bersenda-gurau.

IMG_0724

Sibelius Monument juga tidak kunjung menggugah selera saya, monumen ini dibangun untuk menghormati Jean Sibelius, seorang musisi. Sangat membosankan. Kemudian kami bergerak mencari makan, kebab porsi besar lengkap dengan nasi saya santap dengan sangat cepat. Makan siang yang sangat terlambat, jam 5 sore. Pantas saja, saya bosan, ternyata karena lapar. Terbukti sesudah perut kenyang, otak saya mulai beroperasi normal, saya mulai tertarik untuk menjelajahi sudut lain dari Helsinki.

IMG_0695

Helsinki Cathedral terletak dikawasan Senat Square, merupakan gereja khatolik orthodoks, bangunannya berwarna putih dan berkubah, jika puncak kubah diganti simbol bulan dan bintang, resmi sudah bangunan ini menjadi masjid. Masih di kawasan yang sama, terletak gedung University of Helsinki, gedungnya merupakan kombinasi arsitektur abad pertengahan dan modern.IMG_0828Tidak jauh dari Cathedral, ada lokasi pasar atau lebih dikenal dengan Kauppatori Helsinki, sayangnya kami datang pada waktu yang tidak tepat, pasar hanya beroperasi pada akhir pekan. Karena musim panas, di lokasi itu juga terdapat Sea-Pool, merupakan kolam renang terapung di atas laut, bagi kalangan pria dewasa asal Indonesia, lokasi ini mungkin cocok untuk cuci mata, bertebaran warna-warni bikini yang membuat mata sulit berkedip. Karena keterbatasan waktu, tidak banyak lokasi yang dapat kami kunjungi, selain itu badan sudah mulai lelah. Di Helsinki, fantasi kebahagiaan kami tersendat oleh stigma negatif, tentang kebiasaan mereka mengintervensi pejanjian damai negara orang atau tentang keterbukaan mereka terhadap tahanan politik.

IMG_0766

Hoodie, oleh-oleh Scandinavia

Meskipun Skandinavia terdiri dari negara-negara dengan indeks kebahagiaan tertinggi di dunia, kami tidak tertarik untuk bertahan lebih lama dari sekedar kunjungan wisata. Kami belum siap menghadapi segala aturan dan kewajiban dengan sistem pemeritahan yang baik, terlebih lagi kami tidak rela 41% pendapatan dibayarkan untuk pajak dan pembangunan negara. Buat kami, fantasi kebahagian yang hakiki adalah; berada tidak jauh dari sanak-saudara, makan nasi padang lengkap dengan rendang dan sambal cabai hijau, makan opor ayam, bakso, siomay, batagor, dan semua jenis makanan tidak sehat yang mengandung micin dan pengawet lainnya. Kami juga lebih terbiasa menghadapi birokrasi yang berlapis dan pemeritahan dengan indeks korupsi di atas ambang batas normal.

Wageningen dan Gerimis.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Advertisements

About arsiyawenty

Traveler and Dream Catcher
This entry was posted in Eropa, Jalan-Jalan. Bookmark the permalink.

2 Responses to Skandinavia dan Fantasi Kabahagiaan

  1. Rizki Pratama says:

    Wow! Luar biasa cerita yang sangat menarik! Bisa dibilang komprehensif bahkan. Apalagi bagi saya yang mengidolakan skandinavia secara alam (walaupun baru lihat dari Google), bagi saya yang menggemari sekaligus menekuni mitologi Nordik, bagi saya yang membayangkan dan memimpikian suatu hari nanti dapat kesempatan untuk ke sana. Serasa dibawa ke Skandinavia dengan artikel ini.
    Terima kasih atas berbagi informasi, kebahagian, dan pengalamannya.
    Hehehe cuma di paragraf penutup yang masih selalu jadi pertanyaan besar saya bagi siapapun yang pernah merasakan keindahan di negeri seberang. Ternyata banyak juga yang intinya seperti penutup itu yah. Hehe

    Anywan, how’s lucky both of you!

    • arsiyawenty says:

      Halo Rizki, salam kenal.
      Terima kasih sudah berkunjung di blog ini 🙂 semoga suatu hari kamu juga ada kesempatan untuk berkelana ke Scandinavia, ditunggu kisahnya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s