Pendakian Gunung Burangrang

1464851408445

Triangulasi Burangrang

Akhirnya setelah 20 bulan tanpa gunung dan hutan, hasrat mendaki tercapai, tektok (istilah pendakian tanpa camp) Gunung Burangrang. Secara fisik gunung ini tidak terlalu tinggi, namun pada beberapa titik jalurnya cukup menantang. Selain itu, gunung ini terbilang bersih, basah, sepi, dan menariknya sepanjang perjalanan kita akan ditemani dengan dentuman granat dan bebunyian lain, layaknya perang. Hal ini disebabkan lokasi gunung berada dalam kawasan pelatihan militer (red: markas kopassus dan TNI).

Ada banyak jalur yang bisa dilalui, kali ini kami memilih jalur tidak resmi dan gratis, yaitu lewat Masjid Aa Gym. Sebenarnya, ada 1 jalur resmi untuk pendakian umum, jalur komando, namun sering ditutup karena bertepatan dengan jadwal latihan militer. Ada satu konsekuensi yang harus ditanggung jika ketahuan melewati jalur tidak resmi, push-up, membayar simaksi, dan diceramahi secara militer, hanya itu. Di Masjid, tersedia penitipan kendaraan dan helm, gratis, seperti yang tertulis dalam kartu parkir: “bayar sebesar rasa syukur”.

IMG_1314

Adoy dan Kesayangan 🙂

1464851614507

Geraldine dan Wenty

Tidak jauh berbeda dengan kebanyakan gunung di Jawa Barat, vegetasi awal pendakian dipenuhi dengan pohon pinus, dilanjutkan dengan pepohanan hutan basah, jalur berbatu, berlumut dan halang lintang akar-akar. Mendekati puncak, vegetasi tidak berubah, jangan berharap akan melihat cantigi dan edelweis, karena gunung ini tidak cukup tinggi dan lembab untuk berkembangnya flora khas triangulasi tersebut. Waktu normal pendakian adalah 2 jam 30 menit.

IMG_1283

“Kangen pinus”, Ersa yang lelah.

5 menit pertama dihabiskan dengan melewati pinggiran ladang tak terurus. Kemudian pohon pinus yang tertata rapat dan rapi akan menemani pendakian datar selama 10 menit. Pohon pinus ini adalah jalur pertemuan, antara jalur ilegal via masjid dengan jalur pintu angin via jalur komando. Sebagai catatan gunung ini tidak ada titik air dan tidak ada pos perhentian.

Ada 2 lokasi selama perjalanan yang bisa dijadikan lokasi membangun tenda, keduanya hanya cukup menampung 2 tenda berkapasitas 5 orang. Lokasi berikutnya ada di puncak bayangan, bisa menampung 5 – 6 tenda kapasitas 5 orang, namun tidak kami rekomendasikan karena terlalu terbuka, akan sangat merepotkan jika angin kencang, hujan dan badai pada malam hari. Namun, jika tenda yang digunakan sudah pro dengan kerangka dan pasak yang kuat, lokasi ini sangat pas untuk menikmati hamparan lagit malam hari, itupun jika cerah.

IMG_1393

Puncak Bayangan dengan Pemandangan Situ Lembang

Setelah melewati 2 punggungan naik turun yang cukup terjal akhirnya kami menyantap nasi bungkus di puncak gunung, sambil menikmati pemandangan Situ Lembang di kejauhan yang beberapa kali tertutup kabut. Kami juga sempat mengabadikan burung elang, meskipun hanya abadi dalam ingatan, karena yang tertangkap kamera terlihat seperti ranting pohon, kecil tanpa makna.

IMG_1344

Menuju Puncak

Ketika turun kami bertemu dengan seseorang berseragam militer yang bertanya arah dan tujuan kami. Sedikit curiga ia mempertanyakan status kami yang mendaki berpasangan. Dengan sangat tegas kami menjawab: “sudah halal”. Namun, penampilan kami yang masih muda ternyata tidak meyakinkannya, selain itu tidak satupun dari kami yang menggunakan cincin pernikahan. Meskipun akhirnya ia terpaksa percaya.

1464851606862

Sampai Jumpa di Pendakian Lainnya

Gunung ini bukan gunung wisata, cukup berkesan untuk dijadikan tempat latihan fisik sebelum pendakian gunung diatas 2500 mdpl, dan sangat bermanfaat untuk menenangkan pikiran tanpa harus menguras kalori dan kesabaran. Gunung ini adalah pertanda positif untuk silaturrahmi ke gunung tertinggi di Pulau Jawa, sebelum menyapa beberapa gunung di Eropa, mungkin bisa diagendakan, yes?!

Advertisements

About arsiyawenty

Traveler and Dream Catcher
This entry was posted in Gunung Hutan, Jalan-Jalan. Bookmark the permalink.

2 Responses to Pendakian Gunung Burangrang

  1. Linda says:

    Wenty. Untuk mendaki gunung ada batasan usia gak? He he he

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s