Logika dan Realita

kumiw_dan_wenty_03

Akad Sunda

Semua berlangsung begitu cepat dan lancar, ia menyampaikan maksudnya ke keluarga saya pada 14 Maret 2016, 11 hari kemudian dilanjutkan dengan lamaran di Lampung.  Acara pengajian di Bandung pada 1 Mei 2016 ditutup dengan Ijab Qabul dan resepsi pada 7 Mei 2016 di kampung halaman saya di Bandar Lampung. Alhamdulillah. 

Screenshot_2016-05-19-10-21-22

Comblangan via Sosial Media

1 tahun yang lalu, sebuah komentar di media sosial mengawali perkenalan kami. Awalnya saya hanya iseng membalas, kemudian tertarik untuk melanjutkan. Hingga akhirnya, satu pesan singkat masuk, berisi foto sebuah kartu nama pemandu wisata di Tambora, dengan caption singkat: mungkin nanti dibutuhkan. Keterbatasan quota internet saat itu membuat saya sulit untuk membalas pesan, dengan inisiatif dan sedikit modus, saya memberikan nomor ponsel, untuk nantinya bisa dikirimkan via whatsapp. Komunikasi terselubung ini berlanjut, dialog mengalir apa adanya, selera humornya menghasilkan tawa, dan rasa nyaman itu semakin menambah ketertarikan saya.

Screenshot_2016-05-19-10-22-06

Modus via Sosial Media

Sejak saat itu, saya menelusuri jejaknya melalui dunia maya (path, twitter, facebook, tumblr, youtube, google search, etc), foto-foto dan video perjalanan serta keputusannya meninggalkan pekerjaaan untuk menjalankan yang diyakini membuatnya bahagia adalah hal keren memperjelas citranya dimata saya (video perjalanan: Eksplorasi Selatan Indonesia). Akhirnya saya menerima ajakannya untuk bertemu di Jakarta, saat itu bulan puasa. Cukup bingung untuk mementukan lokasi pertemuan di bulan ramadhan, upaya menghindari matgay (mati gaya) dan kecanggungan, saya memilih Gramedia, alasannya sederhana, saya bisa pura-pura baca buku.

1463640176373

Hasil Kepo Pertama

Keisengannya menarik daypack sebagai tanda bahwa dia ‘menemukan’ saya, adalah moment pertama saya melihat matanya. Jika saya pernah mendefinisikan dengan tegas cinta pada pandangan pertama adalah hal paling tidak logis, dan tidak mungkin terjadi dalam hidup, maka saya harus menarik argumentasi tersebut, dan menyerah pada kenyataan bahwa ada kondisi dimana logika terperdaya oleh rasa melalui panca indera. Saya tidak peduli dengan apa yang dirasakannya saat pertemuan pertama itu, saya sibuk menutupi rasa grogi dan tidak berani melihat wajahnya.

1456759605363

Taman Bermain

Sejak pertemuan itu, saya berusaha meyakinkan perasaan melalui doa yang intinya; “semoga Allah melancarkan semua niat baik dalam hubungan ini, dan jika tidak dipertemukan sebagai jodoh, mohon dijauhkan dari ketidakbermanfaatan”. Malam itu, pertemuan kesekiankalinya, 14 Agustus 2015, di daerah Menteng, kami berdiskusi dengan serius, ia menyatakan keinginannya (dengan sangat gugup) untuk melanjutkan hubungan ini lebih dari sekedar pertemanan.

Saat itu saya ragu, implisit dalam penjelasannya, hubungan ini dilakukan serius untuk tujuan pernikahan tahun berikutnya. Dilematis, saya sedang dalam proses mengejar impian untuk mendapatkan beasiswa pendidikan indonesia ke Belanda dengan masa studi 2 tahun. Dilain sisi, saya juga bercita-cita untuk menikah di usia muda.

“Wenty rencana nikah kapan?”

Permintaan tambahan waktu untuk berfikir ditolaknya dengan pernyataan; dia menginginkan jawaban jelas saat itu juga. Drama ini saya lanjutkan dengan izin ke kamar kecil, jujur sebenarnya saya tidak berniat untuk buang urine, saya hanya ingin mencuci muka dan menetralisir logika. Singkat cerita, dilematika ini selesai dengan kesepakatan ia mendukung saya untuk melanjutkan pendidikan, dan menikah setelah saya menyelesaikan masa studi.

Waktu berjalan sangat cepat, hubungan kami berjalan lancar, saya berkenalan dengan keluarga kecilnya (Abah, Mamah dan Adiknya) di Bandung. Kemudian ia solo trip ke keluarga besar saya di Lampung saat Idul Adha. Kami menghabiskan akhir tahun di Jogjakarta dan menginap di rumah kakak mamahnya.

IMG_1908

Solo Trip ke Lampung (Kumiw & Zio)

“Pokoknya kita tunggu hasil LPDP, kalau dapet, kita langsung berlari urus pernikahan. Tapi kalau belum rejeki, kita santai. Kumiw mau Wenty fokus ke pernikahan dulu, jangan ke stuned (red: beasiswa pemerintah belanda), kita nikah Oktober atau akhir tahun ya.” (Cuplikan obrolan di Kambinc Bandung, 6 Maret 2016)

Hingga akhirnya terbersit dalam benak saya bahwa menikah dan sekolah bisa dijalankan bersamaan, tanpa harus meniadakan satu sama lain. Saya menyampaikan hal ini dan kami mencapai mufakat untuk merealisasikannya. Setelah itu, kami disibukkan dengan persiapan beasiswa. Ia membantu saya dalam segala hal dengan beragam cara, dari persiapan administratif, latihan wawancara, hingga mengantar saya untuk tes di STAN. Tepat pada minggu pertama Maret 2016, saya resmi mendapatkan beasiswa.

 

10 tahun yang lalu, di ruang baca perpustakaan, saya pernah menuliskan 10 hal yang akan saya gapai sebelum usia dua puluh lima; menikah usia muda dan merasakan pendidikan di Eropa. Beberapa bulan kedepan, tepatnya 14 Agustus 2016, adalah titik awal kedua impian menjadi kenyataan, memulai rumah tangga di benua yang jauh dari nusantara dan mengenyam pendidikan di Belanda. Semoga Allah melancarkan dan selalu melindungi kami, aamiin. Bismillah.

Sebuah Prosa. Bandung: 25 Mei 2016: Hujan.

Advertisements

About arsiyawenty

Traveler and Dream Catcher
This entry was posted in Sosial. Bookmark the permalink.

23 Responses to Logika dan Realita

  1. Hafidh Frian says:

    Cueee keren banget cerita hidupnya. Dan endingnya tulisan yg dicatatkan di perpustakaan bisa terwujud. Dan alhamdulillah. Semangat belajarnya dan semoga berkah nikahnya. 🙂

  2. Arsiya Erlinda says:

    Wow amazing Wenty … congratulations!

  3. chandra says:

    keren sekali, ikut seneng baca kisahnya meskipun blm kenal, respect 🙂

  4. Dayno says:

    Semoga selalu dilancarkan dan diberkahi Allah SWT, Wen!

  5. journe says:

    this is beautiful. semoga pernikahannya langgeng..

  6. humamifa says:

    Alhamdulillah…..selamat memasuki kehidupan sesungguhnya…..banyak warna abu2 didepan tidak hanya hitam dan putih, ….dgn bismillah, semoga sukses n seindah goldenrise di prau

  7. kalibata City says:

    Alhamdulillah, Allah meluruskan jalan dan niat dan Doa kalian Berdua…. semoga sukses apa yang kalian impikan sukses dalam segala hal …tapi jangan lupa kesuksesan datangnya dari Allah dan Doa Orang Tua kalian kepada Nya kita harus berterima kasih …dengan Bersujud Berdoa dan Bersyukur…..Sukses Buat Gerald & Wenty…..Aminnnnnn

  8. dewa says:

    Apa aku harus meneteskan air mata?? Hu hu hu..

    Selamat ya Wenty.

  9. Aih terharu! Semoga lancar dan berkah di negeri seberang

  10. Akhirnya dari Sheffield ke Belanda yah, memang sudah diatur ya.

  11. Cici Suci Maulina says:

    Reblogged this on A Spark of Life and commented:
    Wuwuwuu. Keren sekali, bisa nikah muda sekaligus lanjut sekolah ke Wageningen, Belanda. 😗😗😗

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s