Terjebak di Jakarta

Pagi ini, akhirnya merasakan (lagi) kemacetan kereta Jabodetabek, tertahan signal masuk Stasiun Manggarai dst sampai St. Jatinegara. Kondisi gerbong yang penuh sesak membuat Ramadhan pagi ini lebih berpahala, sabar oh sabar wahai jiwa dan raga yang lelah. Sekali lagi, saya kembali berfikiri; “gilak ya, terjebak di hutan masih lebih manusiawi daripada terjebak ketidakpastian kereta.”

Pagi ini, saya tersadar karena membaca salah satu tulisan dari teman, berikut cuplikannya:

Eh tapi itu dulu. Memang dulu saya mengira mereka, para komuter dan orang kantoran Sudirman/Kuningan itu, adalah orang-orang hebat, tangguh, dan perkasa. Tapi makin kesini saya makin ragu. Mungkin jarak antara hebat dan bodoh kian tipis. Atau, jika bukan bodoh, mungkin pengecut, karena tidak berani keluar dari rutinitas yang mereka kutuk tiap hari. (baca selengkapnya )

Menarik bukan? Saya — di Jakarta, benarkah terjebak? atau dengan sengaja menjebak diri sendiri untuk menjadi pengecut yang enggan berpindah hanya karena sejumlah alasan materi? Mungkin saya, dijebak oleh jebakan yang saya ciptakan sendiri.

Advertisements

About arsiyawenty

Traveler and Dream Catcher
This entry was posted in Sosial and tagged , . Bookmark the permalink.

12 Responses to Terjebak di Jakarta

  1. journe says:

    haha, menarik. tp saya sepakat kalau kita punya kuasa, utk merasa dijebak kah, utk merasa pengecut kah, atau apa saja. 😀

    • arsiyawenty says:

      Hallo apa kabar? 🙂
      apakah kamu juga terjebak di Ibu Kota atau di tempat lain di muka bumi ini? hahah
      kalau tertarik, ada tulisan teman saya yang juga menarik, simple minded, tentang Macet.
      https://catatanugahari.wordpress.com/2010/09/29/macet/

      • journe says:

        oh, tidak. sudah lama tdk merasakan macet atau berdesakan di comline. 😀
        ya, tulisan yg menarik, saya sptnya pernah punya pikiran yg sama dgn temanmu itu.

      • arsiyawenty says:

        Wah congratulation! Jadi sekarang sudah tidak terjebak apapun ya. Tapi dari pagi itu dan tulisan ini itu, saya berjanji pada diri sendiri, rutinitas klasik karena alasan materi seperti ini harus segera diakhiri, segera.

      • journe says:

        untuk sementara, paling tdk sampai setahun ke depan..haha.
        ah, kita pnya janji yg sama pd diri sndiri kalau begitu.

      • arsiyawenty says:

        haha satu tahun ini saya juga sedang merangkai cara untuk keluar dari rutinitas aneh ini, setidaknya pergi jauh untuk jangka waktu yang lama, mungkin pulang baru bisa bilang “wah kangen ya sama Jakarta” hahahaha mungkin.

  2. Hihi jd inget waktu msh kerja dan terjebak di tengah kepulan asap kopaja dgn waktu tempuh 2 jam (dr waktu normal 30 menit) saya juga menanyakan pada diri sndiri; “utk apa ini semua? Apa semata2 demi materi? Terjebak apa menjebak diri sendiri?” Huehehehe

    • arsiyawenty says:

      ia mba, masih lebih beruntung sekarang kopaja ada AC, tapi kuningan timur dan mampang ga ada lawan macetnya. Kalau mba sekarang dimana? bagaimana caranya keluar dari jebakan ini mba haha

      • Sayangnya rute saya ga ada kopaja ac. Hampir 5 th menunggu peremajaan bus, eh ga remaja2 juga tuh kopaja sama metromini-nya haha *ketawa miris.
        Sekarang saya beralih gendong anak, nyetrika, blogging, sama berdagang online hahaha. *dadah2 sama macet XD

      • arsiyawenty says:

        pada akhirnya cita-cita saya juga ibu rumah tangga kok hahah, tapi ada beberapa hal yang mau ‘dikejar’ sebelum kesana.

        Sepertinya rutinitas begitu seru, punya butik atau toko kue asik mba, dan dadah maceet juga, someday —

      • Iyah ngejar ke Inggris dulu yah hehe. Mumpung ada kesempatan dan izin orangtua maka melanglangbuana lah hehe. Kalo udh kaya saya bisa kaya bedol desa kalo pergi2 haha.
        *tapi tetep kok punya cita2 ke London :p

        Mari merintisnya pelan2 ;D

      • arsiyawenty says:

        itu dia Mba sepertinya saya ganti tujuan negara karena kemarin tes ielts kurang 0.5 band nya, dan malas tes lagi hahah

        enaknya sih s2 bareng keluarga ya mba, family scholarship gitu, jadi seru kan haha

        ayo mba semangat atuh, kejar rintis lagi cita-cita nya 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s