Melintas Batas

Sejak SMP ada kebiasaan yang sampai sekarang masih sering saya lakukan; ‘memandang langit malam, sambil bertanya-tanya hal-hal tentang masa depan atau mengingat kebiasaan yang sama di masa lalu ‘, contohnya;

  • “2 tahun lagi langit malam seperti ini akan saya lihat dimana ya?”, “apakah langit yang sama sedang dilihat oleh orang-orang yang kelak akan berperan dalam hidup saya ya?”
  • “5 tahun yang lalu langit seperti ini saya lihat saat perjalanan dari kampus menuju kosan”, “waktu itu langit seperti ini pernah saya lihat dari pintu masuk tenda, di ketinggian, di salah satu gunung di Pulau Jawa”
  • “1 tahun lagi langit malam yang tidak cerah dan tidak mendung seperti malam ini akan saya lihat tidak jauh dari Opera House di Sydney. Sambil memikirkan kalau saya pernah berharap untuk melihat langit malam ini di Indonesia, 1 tahun yang lalu”
  • dan seterusnya ……..

Ada banyak hal sederhana yang sebenarnya tidak perlu dipikirkan sering terlintas begitu saja, misalnya ketika saya sedang naik gunung, ada saja terlintas dipikiran saya; “adakah orang yang pernah atau akan saya kenal kelak melintasi jalur yang sama seperti saya?” — Pertanyaan-pertanyaan tanpa jawaban, retoris. Mungkin mulai sekarang, kebiasaan dan pertanyaan ini harus lebih terukur, lebih logis dan punya jawaban, mungkin.

Advertisements

About arsiyawenty

Traveler and Dream Catcher
This entry was posted in Sosial. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s