Pendakian Gunung Lawu via Cemero Sewu dan Cemero Kandang

Melayang Ribuan Meter (3265 mdpl)

Melayang diatas Awan (3265 mdpl)

Awal tahun 2012 kedatangan saya di Hargo Dumilah disambut dengan hujan dan kabut. 24 bulan berlalu saya kembali, akhirnya bisa memanjakan mata dengan pemandangan sekeliling puncak Gunung Lawu, 3265 mdpl awal tahun 2014 sesuai harapan, Alhamdulillah. Pendakian melintasi 2 jalur, naik via Cemoro Sewu dan turun via Cemero Kandang.

Cemoro Sewu atau Watu Sewu?

Cemoro Sewu adalah jalur pendakian yang direkomendasikan karena jalurnya yang sangat jelas dan pendek (7 km) jika dibandingkan dengan jalur Cemoro Kandang (11 km). Jalur ini dinamakan Cemoro Sewu karena diawal pendakian kita ditemani dengan banyak pohon cemara (sewu), namun sekarang kuantitas pohon ini semakin berkurang. Ada yang bertambah, yaitu batu-batu dijalur pendakian, bebatuan ini tersusun begitu rapi dari Basecamp sampai Warung Mbok Yem, ini jelas Watu Sewu bukan Cemoro Sewu!

Gapura Selamat Mendaki

Gapura Selamat Mendaki

Watu Sewu - Batu Tiada Akhir

Watu Sewu – Batu Tiada Akhir

Perjalanan dari Basecamp menuju Pos 1 memerlukan waktu 1 jam jalan normal. Kondisi fisik jalur pendakian berbatu dan sangat jelas, melalui perkebunan penduduk dan hutan pinus. Sebelum tiba di Pos 1 kita akan melewati 1 pondok kayu di kiri jalur dan 1 Pondok Sendang Panguripan di kanan jalur. Jalur ini juga disertai dengan tangga-tangga setapak dari bebatuan. Pos 1 adalah pondok cukup panjang yang cukup untuk kapasitas 2-3 tenda, selain itu terdapat 3 warung di kanan dan kiri jalur.

Pondok Kayu

Pondok Kayu

Sendang Panguripan

Sendang Panguripan

Warung dan Pos 1

Warung dan Pos 1

Pos 1 - Wesen Wesen (2100 mdpl)

Pos 1 – Wesen Wesen (2100 mdpl)

Kondisi fisik jalur Cemoro Sewu bisa dikategorikan membosankan, selain bebatuan yang tiada akhir, jalur ini juga tidak disertai dengan pemandangan. Waktu tempuh normal Pos 1 ke Pos 2 (2300 mdpl) adalah 1 jam 30 menit merupakan jarak terpanjang di jalur ini, bangunan pondok beratap seng adalah titik hentinya. Disekitar Pos 2 terdapat 2 lahan yang dapat digunakan untuk membangun tenda. Sebelum sampai di Pos 2 kita akan melewati 1 batu yang cukup besar berdiri tegak di kiri jalur, Watu Jago. Dinamai demikian karena batu ini menyerupai jambul ayam jago.

Di jalur ini, 2 tahun yang lalu adalah pengalaman pertama dalam hidup saya ‘dikecup’ lebah hutan, saya tidak sendirian, 2 teman saya lainnya juga mengalami hal yang sama (Didi dan Japra). Sedangkan 2 teman lainnya selamat dari kecupan (Danar dan Batara), hebatnya 1 lebah sempat hinggap dengan damai di rambut salah satu teman (Batara), hinggap tanpa kecup, luar biasa. Pendakian tahun ini, selamat — tak ada lebah, tak ada kecup, aman!

Pos 2 - Watu Gedek/Jago (2300 mdpl)

Pos 2 – Watu Gedek/Jago (2300 mdpl)

Lahan Depan Pos 2

Lahan Depan Pos 2

60 menit adalah waktu tempuh normal untuk menuju Pos 3 (2500 mdpl). Perjalanan antar pos ini akan mulai tercium bau belerang (sulfur) yang berasal dari Kawah Candradimuka (terlihat jika melalui jalur Cemero Kandang). Pos 3 ditandai dengan bangunan pondok dengan kondisi fisik yang sama dengan pondok pos lainnya.

Berdasarkan mitos yang tersebar sangat tidak direkomendasikan untuk camp di pos ini karena merupakan pos ter-angker yang ada di Gunung Lawu.

Hal ini bisa dijelaskan secara logis, larangan untuk tidak bermalam di Pos 3 dikarenakan kandungan sulfur di pos ini adalah yang tertinggi, terutama pada malam hari. Saat malam konsentrasi sulfur yang dikeluarkan kawah bertambah, sehingga membahayakan pendaki.

Pos 3 - Watu Gede (2500 mdpl) - Januari 2012

Pos 3 – Watu Gede (2500 mdpl) – Februari 2012

Perjalanan dari pos 3 ke pos 4 menghabiskan waktu 60 menit, sebelum tiba di pos 4 jalur pendakian menjadi tangga berbatu dengan kanan dan kiri disertai dengan besi sebagai pegangan. Pos 4 hanya lahan kecil berbatu kapur yang hanya cukup 1 tenda, namun sangat tidak direkomendasikan karena berbahaya jika badai.

Pos 4 - Watu Kapur (2800 mdpl) - Januari 2012

Pos 4 – Watu Kapur (2800 mdpl) – Februari 2012

Setengah jam berlalu akhirnya terlihatlah lahan luas yang dikenal dengan Pos Jalatunda atau Pos 5. Jika kondisi cuaca dan fisik masih aman, lebih baik meneruskan perjalanan sampai ke Sendang Drajad (15 menit) atau terus sampai Warung Mbok Yem (Hargo Dalem). Karena disana terdapat warung yang menyediakan logistik siap saji, hangat, siap makan, dan harga terjangkau.

Pos 5 - Pos Jalatunda (3000 mdpl) - Januari 2012

Pos 5 – Pos Jalatunda (3000 mdpl) – Februari 2012

Sendang Drajat adalah adalah pelataran luas yang dilengkapi dengan sumur sebagai sumber air suci bagi para pencari wangsit. Disini juga terdapat sejumlah warung dan toilet, juga ada 2 gua yang biasa digunakan untuk meletakkan sesajen. Sendang Drajat berasal dari kata Sendang (mata air) dan Drajat (pangkat).

Bangunan Suci di Sendang Drajat - Januari 2012

Bangunan Suci di Sendang Drajat – Februari 2012

Perjalanan dari Sendang Drajat ke Warung Mbok Yem tidak begitu jauh hanya butuh waktu 10 menit jalan normal. Jika cuaca cerah pemandangan dari jalur ini cukup bagus, terlihat sabana berbukit. Lokasi membangun tenda di Hargo Dalam cukup banyak antara lain; di kiri dan depan Warung Mbok Yem dan di Shelter. Depan warung ini juga merupakan tempat yang strategis untuk menikmati matahari terbit jika malas summit di pagi hari. Namun lokasi yang paling pas untuk membangun tenda adalah shelter cukup terbuka di kanan jalur.

Kondisi 'Penginapan' Warung Mbok Yem

Kondisi ‘Penginapan’ Warung Mbok Yem

Antara Sendang Drajat - Hargo Dalem

Antara Sendang Drajat – Hargo Dalem  Februari 2012

Tidak jauh dari Shelter terdapat Rumah Botol merupakan bangunan yang tersusun rapi oleh botol-botol minuman. Rumah ini sengaja dibangun untuk memanfaatkan sampah botol yang tidak dibawa turun oleh para pendaki tidak tahu diri. Hanya butuh waktu 10 menit untuk sampai ke lokasi ini, tidak ada petunjuk jelas, namun jalur yang sering digunakan adalah tren kanan dari jalur menuju Cemoro Kandang.

Rumah Botol

Rumah Botol

Jalur menuju Hargo Dumilah (3265 mdpl) sangat jelas, merupakan bebatuan, tanah, dan vegetasi khas seperti edelweis dan cantigi. Waktu yang dibutuhkan dari Warung Mbok Yem menuju Hargo Dumilah hanya 15 menit jalan normal. Sesampainya di puncak terdapat Tugu yang dibangun oleh Kopassus. Di sebelah barat terdapat kawah yang kering jika kemarau dan terisi sedikit air jika musim hujan.

Selain itu terlihat bukit yang dikenal dengan Puncak Menara, berdasarkan informasi dari Anak Mbok Yem jalur menuju lokasi tersebut merupakan jalur yang biasa digunakan untuk mencari Wangsit. Untuk menuju lokasi menara itu dapat ditempuh melalui jalur di kana jalur Cemoro Kandang sebelum Hargo Dalam.

Melihat Puncak Menara

Melihat Puncak Menara

Dimana pun -- yang penting foto!

Dimana pun — yang penting foto!

Lelah melewati jalan berbatu, akhirnya kami memutuskan untuk turun melewati Cemoro Kandang. Jalur ini tidak direkomendasikan jika musim hujan, karena licin dan kecil. Jalur ini merupakan jalur air, selain itu vegetasi dan lahan di jalur ini sangat rentan longsor.

Pendakian Februari 2012

Pendakian Januari 2012

Pendakian Januari 2014

Pendakian Januari 2014

Cemoro Kandang — Panjang dan Berputar!

Pos 5 - Persimpangan Jalur

Pos 5 – Persimpangan Jalur

Persimpangan jalur Cemoro Kandang – Puncak – Hargo Dalam merupakan Pos 5 untuk Jalur ini. Awalnya kami mengira jalur ini total tanah yang landai, ternyata harapan palsu, jalur ini juga berbatu meskipun tidak sebanyak jalur Cemoro Sewu. Perjalanan kami saat turun ditemani kabut tebal dan gerimis. 1 jam berlalu tibalah kami di Pos 4, merupakan lahan yang luas untuk membangun tenda, serta terdapat pondok yang kondisi fisiknya sama dengan pos-pos di Cemoro Sewu. Jalur pendakian landai berbatu kecil, tetap berbatu ya, walaupun kecil tetap batu!

Pos 4

Pos 4 – Cokro Suryo (3135 mdpl)

Disamping Pos 4

Lahan Samping Pos 4

Kondisi jalur menjadi sedikit terjal berbatu ketika turun dari Pos 4 menuju Pos 3. Banyak sekali persimpangan dijalur ini, meskipun demikian tiap jalur akan tetap bertemu. Perjalanan melingkar dimulai, hal ini ditandai dengan jalur yang berkeliling berputar panjang, jika tidak musim kemarau mungkin potong jalur kompas bisa dilakukan, namun sangat licin di musim hujan. 1 jam jalan normal sampai juga di bangunan berdinding dan beratap seng, Pos 3.

Pos 3 - Pengik (2819 mdpl)

Pos 3 – Pengik (2819 mdpl)

Nah ini dia, jarak terpanjang di jalur ini adalah antara Pos 3 ke Pos 2, sangat panjang seakan tidak ada ujungnya, bahkan ditengah perjalanan kita diberikan harapan yang lagi lagi palsu, 1 Pos Bayangan. Total waktu tempuh jalur ini adalah 90 menit dengan jalan normal disertai sedikit berlari karena bosan. Kondisi jalurnya landai, tanah, licin, berair dan jelas panjang. Pos Bayangan dan Pos 2 adalah pondok seng yang bisa digunakan untuk membangun tenda. Berdasarkan sumber terpercaya dari pos 2 terdapat jalur menuju sumber air panas dengan berjalan menuruni punggungan selama 10 menit.

Pos Bayangan - Pos PHP

Pos Bayangan – Pos PHP

Pos 2 - Tamansari Atas (2420 mdpl)

Pos 2 – Tamansari Atas (2420 mdpl)

Batu licin dimulai, inilah kondisi fisik jalur antara Pos 2 menuju Pos 1, butuh waktu 60 menit jalan normal untuk ‘menghabiskan’ jalur ini. Sepanjang jalur mulai tercium bau belerang dari Kawah Candradimuka dan terdengar suaranya bergemuruh. Pos 1 ditandai dengan pondok seng yang jika pada musim tertentu terdapat warung yang menyediakan keperluan logistik siap saji.

Pos 1 - Tamansari Bawah (2167 mdpl)

Pos 1 – Tamansari Bawah (2167 mdpl)

Pada akhirnya sampai juga di Basecamp Cemoro Kandang, lumayan lama 60 menit jalan perlahan banyak berhenti karena lelah dan pegal. Terdapat toilet umum, pos pendaftaran dan tempat jualan souvenir.

Basecamp Cemoro Kandang

Basecamp Cemoro Kandang

Berhenti Sejenak dari Rutinitas Kegiatan Gunung.

Pendakian kali ini adalah titik jenuh klimaks, sekaligus menjadi penutup untuk kegiatan gunung. Sekedar berhenti sejenak, hanya vakum bukan pensiun apalagi gantung keril. Saya mulai kehilangan semangat melihat jalur-jalur pendakian, saya malas menceritakan ulang perjalanan, dan saya jelas kehilangan kata-kata untuk dapat menggambarkan pendakian. Cerita saya menjadi tidak hidup, sekian.

 

Advertisements

About arsiyawenty

Traveler and Dream Catcher
This entry was posted in Gunung Hutan. Bookmark the permalink.

10 Responses to Pendakian Gunung Lawu via Cemero Sewu dan Cemero Kandang

  1. Humam Walad says:

    Ha ha ha …..tdk bisa menikmati pendakian lg?berarti otak telah separo berada dikehidupan lain……selamat datang dan memasuki kehidupan yg sesungguhnya……dan penuh warna abu2 pastinya

  2. lazione budy says:

    saya sekali ke puncak Lawu, seru.
    beberapa kali kemah di cemoro sewu.

  3. agus says:

    assalaamualaikum.. teh wenty.. saya kenal yang foto bareng di cemoro sewu 2014.. yang tengah itu namanya heru.. yang sebelah kirinya namanya taufik..
    mei ini kemungkinan kami ke merbabu…
    tak disangka ketemu blognya yak…

  4. Andreas BKH says:

    waktu saya kesana saya sangat beruntung, karena cuaca sedang cerah 😀

  5. Tiara says:

    teh november pas gak sih kalo mau ke lawu? trus mending lewat mana teh cemoro sewu atau cemoro kandang?

    • arsiyawenty says:

      Hallo Tiara, salam kenal 🙂

      November sudah masuk musim hujan ya seharusnya, namun sekarang kan musin sudah sulit diprediksi. Ada baiknya coba ditanya ke Basecamp Lawu. Tapi waktu paling baik untuk pendakian adalah periode Juni – Oktober.

      Kalau jalur ini subjektif ya enak yang mana, kalau sewu semua batu, kalau kandang tanah tapi jalan berputar-putar.

      Kalau mau asik naik via Cemoro Sewu turut Cemoro Kandang 😉

  6. Winarso Jr says:

    Halo kak :), pernah ke sumbingkah? jalan batu di cemoro sewu itu seperti jalan batu dari basecamp sumbing ke pos satukah? Terima kasih

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s