Jelajah Dataran Tinggi Dieng

Jalan-jalan itu kebutuhan? || Bukan, itu kewajiban manusia masa kini.

Panorama Alam Dieng

Panorama Alam Dieng

Menjelajahi Dataran Tinggi Dieng kurang tepat jika dilakukan hanya dalam satu kali kunjungan. 1 tahun berlalu, saya kembali mengunjungi kawasan yang pernah membuat saya enggan berpindah. Mungkin suatu hari nanti saya tidak akan melewatkan kesempatan untuk punya tanah dan bangun rumah di kawasan ini. Jalan-jalan yang terhitung mahal dan manja, kenapa? hanya saya dan dia yang tahu jawabannya.

Terbang Melayang - Sunrise Area Puncak Sabana Gunung Prau

Terbang Melayang – Sunrise Area Puncak Sabana Gunung Prau

24 – 25 Desember 2013 (Depok ke Dieng)

Dari Terminal Mendolo kami berpindah ke Jalan Kauman menggunakan bus tujuan Purworejo, kemudian dilanjutkan dengan bus tujuan Dieng turun di Pertigaan Dieng. Ada 2 cara menuju Dieng dari Jakarta:

  1. Untuk memastikan keamanan tiket bus pulang ada baiknya menggunakan cara ini. Dari Jakarta naik bus tujuan Wonosobo turun di Terminal Mendolo. Beli tiket bus untuk pulang (Agen penjualan buka jam 08.00 WIB). Kemudian melanjutkan dengan bus tujuan Purworejo turun di Kauman lalu dilanjutkan dengan bus menuju Dieng.
  2. Jika ingin langsung, bus tujuan Wonosobo akan melewati Simpang Dieng terlebih dahulu sebelum sampai di Terminal Mendolo. Turun di simpang ini lalu lanjut dengan bus tujuan Dieng.

Sesampainya di Dieng, kabut tebal dan dingin menyambut kedatangan kami. Kondisi fisik yang lelah membuat kami terdampar di sebuah penginapan nyaman lengkap dengan TV kecil dan air panasnya. Biasanya saya begitu memperhitungkan pengeluaran untuk jalan-jalan, namun kali ini berbeda, ya biarlah rupiah berlalu, asal bahagia mengalir tanpa jeda.

Pertigaan Dieng

Pertigaan Dieng

Setelah puas istirahat kami melanjutkan ke objek wisata terdekat, Kompleks Candi Arjuna. Kompleks candi ini merupakan Peninggalan Peradaban Hindu yang dibawa dari India yang telah bercampur dengan kebudayaan lokal. Di India candi menjadi pemujaan para dewa sedangkan di Jawa menjadi tempat pemujaan leluhur yang merupakan titisan para dewa. Di kawasan yang terawat dan bersih ini kita dapat menikmati suasana taman lengkap dengan pemandangan panorama alam bukit-bukit yang mengelilingi lokasi.

Kompleks Candi Arjuna

Kompleks Candi Arjuna

Bangunan Candi di Kompleks Candi Arjuna

Bangunan Candi di Kompleks Candi Arjuna

Pertigaan Dieng merupakan lokasi perbatasan antara Kabupaten Wonosobo dan Kabupaten Banjarnegara. Fasilitasnya juga cukup lengkap antara lain; penginapan, warung makan, tempat penyewaan sepeda motor, Indomaret, ATM BRI, SPBU, dsb. Persaingan harga di lokasi ini juga sangat kompetitif, namun hati-hati memilih tempat makan, karena yang ramai belum tentu enak dan ternyata tidak murah.

Geothermal

Geothermal

Malam harinya tidak banyak yang dikerjakan selain bersiap untuk melanjutkan pendakian mengejar matahari terbit esok harinya menuju Gunung Prau. Awalnya kami berencana memulai pendakian pada jam 03.00 WIB, karena menurut informasi tidak diperbolehkan membangun tenda di Gunung Prau untuk alasan reboisasi sampai akhir maret 2014.

Sayang informasi tersebut ternyata tidak 100% benar, ada perbedaan sudut pandang yang menjadikan larangan itu sekedar wacana saja. Malam berkabut dan hanya sedikit bintang yang tertangkap oleh pandangan mata, ditemani secangkir Purwaceng Susu, Mie Ongklok, Sate Sapi dan Nasi Goreng kami melewati malam dengan damai dan — dingin.

Mie Ongklok Khas Dieng

Mie Ongklok Khas Dieng

Purwaceng Susu

Purwaceng Susu

26 Desember 2013 (Dieng dan Prau)

Setelah memperhitungkan dan mempertimbangkan banyak hal, akhirnya kami sepakat menyewa motor untuk menjelajahi kawasan wisata dari yang terkenal hingga yang tidak pernah dikunjungi wisatawan. Tempat pertama yang kami kunjungi adalah Kawah Candradimuka, pemandangan untuk menuju lokasi sangat mengagumkan.

Kawah Chandradimuka

Kawah Chandradimuka

Perjalanan kami lanjutkan menuju sebuah telaga yang sangat jarang dikunjungi wisatawan karena jarak tempuh dan kondisi fisik jalanan yang kurang memadai, Telaga Dringo. Telaga ini merupakan sumber air bagi perkebunan dan kampung-kampung penduduk di sekitar lokasi. Lokasi ini juga dapat dimanfaatkan untuk memancing dan area yang cukup nyaman untuk camping ceria.

Telaga Dringo

Telaga Dringo

Gunung Jampang, Gunung Jimat dan Gunung Tranggul Asih.

Gunung Jampang, Gunung Jimat dan Gunung Tranggul Asih.

Setelah telaga kami menuju lokasi lain yang jaraknya — jauh dari telaga, yaitu Sumur Jolotundo dan Kawah Sileri yang terletak di Kabupaten Banjarnegara. Kawah Sileri merupakan kolam lumpur (Mud Pool) yang terbentuk karena proses pelarutan batuan permukaan oleh fluida yang bersifat asam. Suhu tengah kolam ini mencapai 50 derajat celcius dengan kandungan gas beracun pada konsentrasi tertentu.

Kawah Sileri dari Gardu Pandang

Kawah Sileri dari Gardu Pandang

Selanjutnya kami menuju objek wisata lainnya yaitu Telaga Warna. Tahun lalu (Desember 2012) saya masuk ke lokasi wisata ini dan melihat langsung dari dekat objeknya. Atas saran cerdas dan kece akhirnya kami melihat objek ini dari ketinggian atau yang dikenal dengan Batu Pandang, lokasinya tepat di belakang Dieng Plateu Theater. Setelah hasrat berfoto dan memandang keindahan telaga tanpa kedip (lebay), kami menyempatkan diri untuk menyaksikan sejarah dataran tinggi ini dalam teater singkat 23 menit.

Telaga Warna dari Batu Pandang

Telaga Warna dari Batu Pandang

20131226_113757Dataran Tinggi Dieng terkenal dengan kawasan penghasil kentang, hal ini lah yang menjadi alasan kami untuk menikmati kentang goreng sambil menunggu hujan reda. Tidak ada yang berbeda antara rasa kentang di Dieng dengan tempat lain. Mungkin yang membedakan bukan rasa kentang nya, tetapi rasa yang timbul karena alasan dengan siapa menikmatinya — wuuuuush.

Panen Kentang di Dieng

Panen Kentang di Dieng

Colek ah Colek - Puncak Sabana Gunung Prau

Colek ah Colek – Puncak Sabana Gunung Prau

Tidak jauh dari Telaga Warna kami melanjutkan objek berikutnya, Kawah Sikidang. Secara umum kawah ini tidak jauh berbeda dengan kawah yang terlihat di Gunung Papandayan, bau belerang yang pekat mengharuskan pengunjung menggunakan masker. Kami tidak lama di kawasan ini karena bersiap untuk melanjutkan perjalanan menuju Gunung Prau. Tujuan utama dan alasan terbesar saya untuk datang kembali ke Dataran Tinggi Dieng untuk yang kedua kalinya.

Kawah Sikidang

Kawah Sikidang

25 – 26 Desember 2013 (Super Golden – Sunrise Gunung Prau)

Pendakian kali ini dimulai dari Dieng melewati SLTP Negeri 2 Kejajar dengan jalur pendakian yang cukup landai dan sangat jelas. Tidak banyak pemandangan sepanjang Jalur Dieng hingga akhirnya 90 menit kami tiba di Puncak Prau atau Puncak Menara. Hujan mulai turun, angin bertiup sangat kencang, ditambah dengan kabut yang begitu tebal cukup menguras mental. Saya yang mulai kedinginan merasa tangan dan kaki beku mati rasa, mulai merasa jalur ini dan itu tidak ada kepastian.

Pintu Masuk Jalur Dieng

Pintu Masuk Jalur Dieng

Pintu Masuk Hutan - Jalur Dieng

Pintu Masuk Hutan – Jalur Dieng

Hampir 2x ditempat yang berbeda kami saling beradu argumentasi. Untungnya saya sadar dengan kondisi fisik seperti ini saya harus mampu mengalahkan emosi, diam dan terus berjalan dengan pertimbangan waktu yang tepat adalah kunci nya. Orientasi medan sangat penting namun dalam kondisi lemah orientasi mental jauh lebih penting. Akhirnya berbekal percaya dan sedikit sabar, kami menemukan camp area yang sebenarnya, Sunrise Area (Pos V dari Jalur Dieng) atau dikenal dengan Puncak Sabana (Jalar Patak Benteng) — Lega!

Sunrise Area Prau di Puncak Sabana

Sunrise Area Prau di Puncak Sabana

Prau menang ga ada lawan! Sikunir lewat.

Langit malam menunjukkan kemegahannya, bintang bertabur begitu banyak dalam gelap. Sekali lihat malas beranjak? oh tidak, kali ini tidak. Dingin dan angin yang begitu kencang bukan lawan kami, akhirnya diam dalam tenda adalah pilihan yang tepat, setidaknya sudah melirik sedikit saat dengan berat hati beranjak dari tenda menuju semak-semak untuk — pipis. Kami siap untuk melihat surga mata yang sebenarnya, panorama alam yang tidak dapat dilupakan sudah ada dihadapan, SUNRISE PRAU.

Sunrise Gunung Prau

Sunrise Gunung Prau

Super Golden Sunrise

Super Golden Sunrise

Panorama Prau - Sindoro Sumbing Merapi Merbabu Lawu Slamet

Panorama Prau – Sindoro Sumbing Merapi Merbabu Lawu Slamet

Puas sangat puas, terpukau dan terlena dibuatnya. Panorama terbitnya matahari dari ufuk timur selalu menjadi nilai tambah dalam setiap pendakian, bonus tak ternilai. Kami foto ini foto itu lalu foto bersama. Tidak ada kata-kata yang pas untuk bisa menggambarkan semua keindahan alam saat itu, kecuali satu Subhanallah. 1 jam kedinginan dalam penantian terbayar kenangan yang tidak akan bisa dilupakan, ini baru namanya wisata.

Hallo Indonesia

Hallo Indonesia

Patak Benteng menjadi jalur turun, 60 menit sudah termasuk dengan tersesat di jalur yang cepat. Pemandangan turun dari jalur ini jauh lebih indah dengan Telaga Warna dihadapan, namun kondisi fisik jalurnya jelas lebih terjal dan licin berbatu. Salah jalur kali ini adalah tersesat terbaik yang pernah saya rasakan, lebih cepat dan lebih singkat.

Pemandangan Jalur Tapak Benteng

Pemandangan Jalur Patak Benteng

Akhirnya khatam sudah penjelahan kami di Dieng, namun ini bukan akhir dari kedatangan, ini awal dari semangat baru untuk datang lagi ke dataran tinggi ini suatu hari nanti. Karena bukit-bukit seperti Seroja, Bismo, Pakuwojo, Praja dkk sangat sayang untuk dilewatkan. Sampai jumpa lain kesempatan, kami pasti datang lagi, Dieng!

Terbahak di Prau

Terbahak di Prau

Sampai Jumpa di Jelajah Dieng Berikutnya ...

Sampai Jumpa di Jelajah Dieng Berikutnya …

Itinerary:

24 Desember 2013

  • 16.00 – 05.00 : Pasar Minggu – Terminal Mendolo > Bus Ekonomi menuju Wonosobo (Sinar Jaya): 70 K

25 Desember 2013

  • 08.00 – 08.10 : Terminal Mendolo – Jalan Kauman > Bus tujuan Purworejo: 2,5 K
  • 08.10 – 09.00 : Jalan Kauman – Dieng > Bus tujuan Banjarnegara: 10 K
  • Penginapan Dieng pas: 150-200 K (weekday) dan 250 K (weekend) – TV dan air panas
  • 09.00 – 12.00 : Istirahat di Penginapan Kharisma
  • 12.00 – 13.00 : Makan Siang
  • 13.00 – 16.00 : Jelajah Kompleks Candi Arjuna
  • 19.00 – 20.00 : Makan Malam

26 Desember 2013

  • Penyewaan motor: 75 K/hari (lebih hemat dan santai dibandingkan dengan ojeg)
  • 08.00 – 13.00: Kawah Candradimuka, Telaga Dringo, Sumur Jalatundo, Kawah Sileri, Telaga Warna, Dieng Plateu Theater, Kawah Sikidang
    • Dieng Plateu Theater: 8 K (23 menit tentang sejarah Dataran Tinggi Dieng)
    • Batu Pandang: 3 K
    • Kawah Sileri: 2 K untuk parkir, sering tidak ada penjaga pos tiket jadi gratis tiket masuk
    • Kawah Sikidang dan Telaga Warna menjadi 1 tiket, ada tips bagus jika menyewa motor dengan nomor polisi lokal bisa gratis
  • 13.00 – 14.00: Re-packing dan Makan Siang
  • 14.00 – 16.00: Pendakian Prau via Jalur Dieng

27 Desember 2013

  • 05.00 – 07.00 : Sunrise Prau + Photo Session
  • 10.30 – 11.30 : Turun via Patak Benteng
  • 13.00 – 14.00 : Perjalanan menuju Alun-alun Wonosobo
  • Peninginapan Sri Kencono: 150 K/malam
  • 19.00 – 21.00 : Kuliner dan Jelajah Alun-alun Wonosobo

28 – 29 Desember 2013

  • 16.00 – 05.00 : Terminal Mendolo – Terminal Kampung Rambutan
  • Bus AC VIP Pahala Kencana: 110 K (weekday) dan 120 K (weekend). Supir dan Kondektur sering merokok meskipun Bus Eksekutif, sangat disarankan menggunakan bus Rosalia Indah, harga relatif sama namun kualitas pelayanan jauh lebih memuaskan.
  • Pesanlah bus jauh hari sebelum keberangkatan, untuk kepulangan langsung dipesan ketika tiba di Terminal, untuk menghindari habisnya tiket bus.

Special Tag:

https://twitter.com/esahaekalsugiri

Link Album Foto:

https://www.facebook.com/arsiya.octisdah/media_set?set=a.3647271957071.1073741849.1732610033&type=3

Advertisements

About arsiyawenty

Traveler and Dream Catcher
This entry was posted in Gunung Hutan, Jalan-Jalan. Bookmark the permalink.

19 Responses to Jelajah Dataran Tinggi Dieng

  1. buzzerbeezz says:

    Kereeeennn! Fotonya digedein lagi dong mbak biar keliatan lebih keren.. Hehehe..

  2. Bisa minta kontak rental motor d dieng mas?thx

  3. inar says:

    Terimakasih banget mba sudah nulis itenerary lengkap kaya gini. Keren!
    Mau tanya kalo ke sikunir jalurnya sama gak ya kaya ke prau? Ada saran untuk short trip weekend gak?
    Thanks a lot! 😀

    • arsiyawenty says:

      Hallo Inar salam kenal:)

      Sikunir dan Prau beda jalur dan beda pegunungan, tapi deketan sama sama kawasan wisata dieng.

      Short trip nya tergantung kamu tinggal dimana? kalau weekend trip saya itu juga cukup kok, tapi tidak puas. hehe

  4. christina says:

    Kira kita persiapam.untuk ngedaki prau apa aja ya? Saya belom pernah nvedaki -_- rencanya saya mau ke dieng desember ini. Mohon info ya ka 🙂

  5. christina says:

    Kira kita persiapan untuk ngedaki prau apa aja ya ka? Saya belom pernah ngedaki -_- rencanya saya mau ke dieng desember ini. Mohon info ya ka 😉

  6. Citra Rahman says:

    Alhamdulillah aku disasarin ke sini sama Mbah Google. Aku lagi nyari info ke Dieng nih. Mbak Gadis Cantik, di puncak Prau itu ada disewakan tenda atau harus bawa sendiri?

  7. iffa says:

    hallo Mbak.. Saya rencananya mau ke Dieng bersama rombongan pakai rent bus. Kira2 Wisata Dieng ini bisa dijelajahi menggunakan bus ga ya? terima kasih.. 🙂

    • arsiyawenty says:

      Hallo Iffa, salam kenal.

      Bisa kok, tapi nanti kalau pakai bus besar harus tukar dengan bus 3/4 menuju diengnya, karena bus sit 60an tidak bisa jalur dieng, terlalu kecil dan curam beberapa spotnya.

  8. Pingback: Kalau Sudah Pernah Mengajaknya Pergi Ke Sini, Gelar ‘Pasangan Romantis’ Sah Kamu Kantongi!

  9. Pingback: Kalau Sudah Pernah Mengajaknya Pergi ke Sini, Gelar ‘Pasangan Romantis’ Sah Kamu Kantongi! | Avatar IT

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s