Pendakian Gunung Geulis

  • Catatan Pendakian

Gunung Geulis terletak di Kecamatan Jatinangor, Sumedang, Jawa Barat. Perjalanan dimulai dari Desa Jatiroke, tepatnya melewati jalanan dikanan SDN Sinarjati. Pada September 2013 jalur ini berbatu dan sangat berdebu. Pada 10 menit pertama dikanan jalan terdapat lapangan bola dan sejumlah lokasi penambangan pasir.

Titik Awal Pendakian via Desa Jatiroke

Titik Awal Pendakian via Desa Jatiroke

Perjalanan dilanjutkan dengan melewati ladang penduduk, pintu masuk hutan ditandai dengan pertigaan dengan bangunan pos yang sudah rusak, hanya tinggal kerangka kayu. Jalur pendakian yang benar adalah terus ke arah kanan. Sepanjang perjalanan banyak terdapat pohon bambu yang sengaja ditanam oleh penduduk setempat, hingga mendekati puncak masih terdapat penduduk yang mencari pohon bambu.

Lapangan Bola Desa Jatiroke

Lapangan Bola Desa Jatiroke

Jalur pendakian gunung ini sangat jelas, namun yang perlu diperhatikan adalah persimpangan jalur menuju puncak, yaitu menanjak tren kanan jalur pendakian. Tidak ada petunjuk jelas untuk persimpangan ini, karena jalur menuju puncak sama jelasnya dengan jalan lurus menuju jalur pendakian lainnya. Banyak pendaki yang tersesat di persimpangan jalur ini, untuk pendaki pemula atau yang baru pertama kali ke gunung ini sangat disarankan membawa GPS atau bersama teman yang sudah pernah mendaki gunung ini.

Pos 1 - Persimpangan Ladang Penduduk dan Pintu Masuk Hutan

Pos 1 – Persimpangan Ladang Penduduk dan Pintu Masuk Hutan

Jalur setelah persimpangan menuju puncak cukup terjal, meskipun demikian pendaki dipermudah dengan adanya tangga dari tanah yang sengaja dibuat oleh penduduk yang sering mencari bambu. Waktu tempuh normal pendakian gunung ini adalah 2 jam, puncaknya adalah lapangan luas dengan sejumlah ilalang. Di puncak gunung ini juga terdapat bangunan makam. Menurut sejumlah catatan perjalanan luas puncak gunung ini mencapai luas lapangan bola, namun pada September 2013 puncak ini dipenuhi oleh banyak ilalang.

Persimpangan Jalur Menuju Puncak

Persimpangan Jalur Menuju Puncak

Jalur "Tangga" Menuju Puncak

Jalur “Tangga” Menuju Puncak

Tidak banyak pemandangan yang dapat dinikmati sepanjang perjalanan, panas dan berdebu, mungkin akan lebih menyenangkan jika pendakian dilakukan pada malam hari. Sama halnya dengan puncak gunung ini, pemandangan lampu-lampu kota juga tidak terlihat begitu jelas karena tertutup oleh sejumlah ilalang. Bangunan makam di puncak gunung juga menambah suasana “sepi dan sunyi” yang aneh pada malam hari.

Pemandangan di Jalur Menuju Puncak

Pemandangan di Jalur Menuju Puncak

Area Membangun Tenda

Area Membangun Tenda

Siang hari di gunung ini begitu panas, mungkin karena ketinggian gunung ini terbilang tidak begitu tinggi (1200-an). Waktu pendakian yang direkomendasikan adalah dimulai sore hari atau pagi sebelum jam 07.00 WIB, hal ini dimaksudkan untuk menghindari teriknya matahari dan debu disepanjang jalur pendakian. Disamping itu gunung ini juga bisa ditempuh tanpa membangun tenda atau satu hari pendakian, biasa dikenal dengan istilah tek tok.

  • Cerita Lepas
Puncak Gunung Geulis

Puncak Gunung Geulis

Mainstream nya akhir pekan banyak pasangan menghabiskan waktu ke pusat perbelanjaan, nonton, makan, atau sekedar sight seeing. Kami punya cara sendiri untuk menikmati akhir pekan, berjalan ribuan meter diatas permukan laut, beberapa meter di jogging track Kampus UI – Depok, menonton futsal, atau bermain air di kolam berenang.

Tujuannya mungkin sama, cara dan selera yang akhirnya membedakan kualitas pemanfaatan waktu luang diakhir pekan. Kegiatan sehari-hari yang monoton dan mungkin juga membosankan, bisa dilepaskan hanya dengan melihat bintang-bintang diketinggian, atau kedinginan didalam tenda, sesederhana itu.

Cakrawala Senja

Cakrawala Senja

Seperti biasa, perjalanan dimulai dari Terminal Kampung Rambutan menuju Pintu Tol Cileunyi, dilanjutkan dengan tidur asal-asalan di Masjid. Ketika mentari sudah bersinar, kami melanjutkan perjalanan menuju Desa Jatiroke dengan angkutan umum tujuan Sumedang. Sesampainya di titik awal pendakian, kami menyantap makanan di kantin SD yang super banyak dan murah, kenyang!

Pendakian ini menjadi pendakian gunung ter-rendah, dengan foto ter-sedikit yang pernah saya lakukan. Dengan suhu udara yang sangat tidak gunung, jangankan kabut, angin pun tidak berhembus mengeringkan keringat. Gunung ini tidak begitu saya rekomendasikan untuk akhir pekan diketinggian. Mungkin cocok untuk komunitas pecinta alam atau pramuka untuk sekedar bonding atau latihan fisik.

Bemain Ilalang di Ketinggian -___-

Bemain Ilalang di Ketinggian -___-

Apa sih enaknya naik gunung? udah berat, jauh, cape’ lagi

Pada umumnya tidak ada yang bisa menyebutkan dengan signifikan alasan orang-orang menghabiskan waktunya diketinggian. Ada yang mencintai pemandangannya, ada yang memuja prosesnya, ada juga yang mengagung-agungkan manfaat pendakian, baik dari segi kesehatan maupun sosial. Kalau saya merasakan semuanya, mendapatkan banyak hal yang tidak bisa ditemukan dalam kegiatan apapun, selain pendakian.

Yang paling berkesan dalam setiap pendakian adalah bertambahnya pengalaman, pembelajaran, kerabat dan kawan.

Yang paling membahagiakan … mendapatkan pasangan yang satu tujuan!

Advertisements

About arsiyawenty

Traveler and Dream Catcher
This entry was posted in Gunung Hutan. Bookmark the permalink.

2 Responses to Pendakian Gunung Geulis

  1. infonya cukup jelas teh, salam kenal dari komunitas kami, nuhun 🙂

  2. yuga says:

    kalau cuaca bagus dpet view g.geulis

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s