Tanda dan Kehidupan

Pada hari saat tulisan ini dibuat saya masih berusia 21 menuju 22. Yes, nama saya Wenty, masih terbilang muda untuk usia kepala 2, namun dewasa bukan perihal kuantitas angka kehidupan, ia adalah diksi yang tepat untuk kualitas mental dan pemikiran dalam merespon setiap tanda dalam kehidupan.

Life is Simple, but People is Complicated.

Life is Simple, but People is Complicated.

Tuhan itu memberikan banyak tanda dalam kehidupan, namun banyak dari kita sebagai manusia tidak cukup cermat mendefinisikan tanda tersebut secara positif. Pikiran positif akan membawa pada tindakan positif, dan kebiasaan adalah pengulangan dari 2 hal tersebut. Semua orang (saya yakin) pernah pada posisi ketika ia merasa apa yang didapatkan tidak sesuai harapan; ada yang merespon dengan galau berkepanjangan, ada yang acuh tak acuh melupakan, ada juga yang bimbang tanpa arah dalam kebingungan, dan banyak lainnya.

Kalau saya? sederhana, saya selalu percaya Tuhan itu memberikan yang kita butuhkan, dan tidak setiap hal yang kita inginkan dan menurut kita baik itu benar-benar kita butuhkan. Atau, memang benar itu yang kita butuhkan, namun Tuhan menjadikan jalan menjadi lebih berliku. Alasannya, mungkin supaya kita tahu betapa berharga apa yang telah kita perjuangkan dan tidak dengan mudah melepaskan apa yang telah didapatkan.

That's the Real Life. Enjoy it :)

That’s the Real Life. Enjoy it 🙂

Tanda dalam kehidupan erat kaitannya dengan interaksi dan relasi sosial yang kita jalankan. Semakin banyak interaksi dan relasi maka secara linear akan semakin bertambah tanda-tanda yang harus mampu kita pahami. Prinsip saya mungkin juga sederhana, be nice to everyone — kita tidak pernah tahu apa yang Tuhan rencanakan di hari depan, jadi singkat kata, lakukan semua hal secara optimal dan sebaik yang bisa kita usahakan, hidup menjadi lebih hidup — no regret.

Kerjakan kebaikan lalu lupakan — Adenita dalam 23 Epicentrum.

Kata-kata diatas cukup merangkum apa yang seharusnya kita lakukan dalam hidup, coba aja, itu sederhana, namun dampaknya sangat luar biasa. Kita menjadi lebih santai dalam menghadapi banyak hal dan menjadi cukup dewasa mendefinisikan banyak tanda dalam kehidupan.

Kesempurnaan Hanya Milik Tuhan, kan?

Kesempurnaan Hanya Milik Tuhan, kan?

Tanda berikutnya masih berkaitan dengan interaksi dan relasi, namun semakin spesifik dalam peran dan status sosialnya. Tidak pernah puas sudah menjadi sifat dasar manusia yang tidak bisa dihilangkan, dilenyapkan atau dimusnahkan, sudah mutlak untuk setiap pribadi berakal. Untuk saya? ini tetap sederhana, kita hanya perlu konversi sifat dasar ini menjadi sifat-sifat positif lainnya.

Caranya? juga sederhana. Kesempurnaan itu hanya milik Tuhan, jangan pernah menuntut kesempurnaan dari manusia, karena kita pasti kecewa. Daripada berusaha mencari dan mengejar kesempurnaan, lebih baik berusaha untuk menjadi pribadi yang positif dalam setiap pikiran dan tindakan. Analoginya Hukum III Newton (aksi – reaksi), singkatnya — what you give is what you get.

to be continued ….

Advertisements

About arsiyawenty

Traveler and Dream Catcher
This entry was posted in Sosial. Bookmark the permalink.

One Response to Tanda dan Kehidupan

  1. abdullah says:

    ketika kau mengejar sebuah “kesempurnaan”,
    yang kan kau temui hanyalah kehampaan,
    berujung penyesalan di waktu penghabisan,
    karena banyaknya keindahan yang telah terlewatkan,
    termenung di atas dipan, menunggu datangnya kematian.

    Ketahuilah, kesempurnaan hanyalah milik Rabb Semesta Alam,
    yang kan aku jumpai di akhir kehidupan,
    dengan mengajukan segudang pertanyaan,
    tentang segala amal dan perbuatan, yang telah kau lakukan….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s