Dari Atap Jawa Tengah ke Desa Tertinggi Pulau Jawa

Tahun 2012 sesuai rencana, melakukan hal-hal yang selama 5 semester sempat terhenti karena tuntutan akademis. Tahun ini benar-benar hanya aku dan hobby-ku, jalan-jalan. Pagi itu, tepat satu hari setelah pendakian Gunung Slamet, dari Purbalingga saya dan partner in bolang (red: @dyahmanis) tidak begitu mempedulikan kondisi kaki yang mulai gontai melangkah. Tanpa kenal lelah akhirnya kami memutuskan untuk menuju Dieng, sebuah kawasan wisata di Wonosobo yang memiliki Panorama Alam yang sayang untuk dilewatkan.

Hormat ... Gerak! - Bukit Sikunir

Hormat Gerak! (Foto oleh @dyahmanis)

Perjalanan dari Terminal Purbalingga menuju Wonosobo memerlukan waktu 2 jam dengan menggunakan bus 3/4 dengan biaya 10.000 rupiah. Untuk menuju Kawasan Wisata Dieng kita turun di persimpangan sebelum Wonosobo (sampaikan ke kondektur bus untuk diturunkan di persimpangan menuju Dieng). Kemudian dilanjutkan dengan bus 3/4 tujuan Batur dengan biaya 8000 rupiah. 60 menit perjalanan dimanjakan dengan pemandangan perkebunan khas dataran tinggi, lengkap dengan bukit-bukit hijau, dan perhentian berikutnya adalah Pertigaan Dieng.

Sayangnya, kondisi lingkungan sepanjang perjalanan ini sangat rentan longsor, hijau yang menyelimuti bukit-bukit tersebut bukan lagi pepohonan yang dapat menyerap air, melainkan tanaman khas Dieng, sayur-mayur dsb, yang sengaja digarap oleh penduduk, dan bahkan sampai puncak-puncak bukit. Berdasarkan cerita salah seorang teman dari Wonosobo, beberapa waktu lalu sempat banyak titik longsor terjadi di Kawasan Dieng. Kalau ini dibiarkan tanpa ada pencerdasan dan reboisasi, kemungkinan keindahan Wisata Dieng ini tidak akan bertahan lama.

Kami yang sudah kelaparan selama 60 menit, akhirnya memutuskan untuk makan bakso dan diteruskan dengan berjalan ke arah Masjid terdekat untuk menjalankan ibadah. Kebetulan, saat itu ada 2 pengendara motor yang akan ke Bukit Sikunir, saya yang memang sudah ‘mengincar’ mereka untuk ‘tebengan’ menuju Telaga Warna. Memulai perbincangan tentang gunung dan hutan. Tidak lama kemudian tibalah kami di Telaga Warna, tanpa harus jalan 2 kilometer, kemampuan untuk berkomunikasi dengan orang baru itu penting untuk penghematan, hehe.

Masjid Raya Dieng (Foto oleh @dyahmanis)

Masjid Raya Dieng (Foto oleh @dyahmanis)

Ada banyak cara untuk menjelajahi semua Objek Wisata Dieng, selain dengan berjalan kaki, kita juga bisa menggunakan Ojeg Wisata dengan harga yang dapat dinegosiasi. Sejumlah objek yang wajib dikunjungi antara lain: Telaga WarnaKawah Sikidang, Dieng Theather, Bukit Sikunir, Telaga Cebong, Gunung Prau, Sumur Jalatunda Kompleks Candi dan Museum.

Hujan rintik menemani penjelajahan kami di Objek Wisata Telaga Warna, untuk memasuki objek ini kami cukup membayar 5.000 rupiah saja. Dari pertigaan menuju Telaga Warna dapat dengan berjalan kaki sejauh 2 Km atau dengan ojeg wisata (atau nebeng #eh). Selain Telaga Warna dalam kawasan ini juga terdapat Goa Semar, Goa Pengantin, Goa Sumur, Goa Jaran, dan Telaga Pengilon.

Telaga Warna

Telaga Warna

Menghabiskan waktu cukup lama di Telaga Warna, akhirnya kami bertemu dengan kenalan dari teman saya, Mas Sinyo, teman asli dari Kejajar yang tergabung dalam komunitas JAT (Jajar Adventure Team). Akhirnya kami 17 orang berangkat menuju Bukit Sikunir.

Tim Bolang - Bukit Sikunir

Tim Bolang – Bukit Sikunir (Foto oleh @dyahmanis)

Perjalanan dari Lapangan Parkir Telaga Warna menuju Bukit Sikunir menghabiskan waktu 1800 detik. Jalanan yang kami tempuh dengan menggunakan motor ini membutuhkan keahlian khusus untuk dapat menghindari lubang besar di jalan beraspal, dengan kondisi kabut, hujan dan penerangan yang seadanya. Keadaan fisik jalan menuju Bukit Sikunir ini dapat dilintasi oleh motor maupun mobil, namun dalam kondisi hujan kendaraan yang tinggi sangat direkomendasikan, karena aliran air menggenangi hampir seluruh ruas jalan.

Partner in Motor

Partner in Motor (Foto oleh @dyahmanis)

Sebelum menempuh jalur pendakian Bukit Sikunir, kita akan disambut dengan atmosfer desa tertinggi di Pulau Jawa, Desa Sembungan dengan ketinggian mencapai 2300 mdpl. Karena keberangkatan kami bersama dengan komunitas JAT, banyak keuntungan yang kami dapatkan, salah satunya adalah gratis retribusi masuk Bukit Sikunir. Kalau pun harus membayar, 1 tenda dikenakan 5000 rupiah dan 2.000 rupiah/orang. Perjalanan menuju Puncak Bukit Sikunir menghabiskan waktu tidak kurang dari 25 menit, jalur pendakian sangat jelas sekali.

Telaga Cebong dan Desan Sembungan

Telaga Cebong dan Desan Sembungan

Sepanjangan malam di penghujung tahun 2012 itu kami habiskan di Puncak Bukit Sikunir, bakar ikan, bakar ayam, dan bakar semangat menanti tahun baru 2013. Dari bukit ini terlihat warna-warni kembang api dari kota-kota yang terlihat  dari ketinggian, dan bahkan terlihat kilatan kembang api dari Puncak Gunung Sindoro, yang berada dekat dengan Bukit Sikunir. Hal ini merupakan tindakan yang bodoh, seharusnya larangan untuk menghidupkan kembang api sudah diketahui oleh banyak pendaki, karena dapat membahayakan dan menyebabkan kebakaran hutan.

BBQ Party

BBQ Party – Yummy

Keindahan awal tahun ini tidak ada habisnya, setelah menikmati malam bulan dan bintang yang sembunyi dalam kabut malam itu, kami disapa oleh indahnya matahari terbit dan siluet pegunungan Jawa Tengah. Golden Sunrise Bukit Sikunir (merupakan objek wisata yang baru diperbincangkan 2 tahun belakangan ini) menjadi panorama pagi yang tidak boleh dilewatkan. Sindoro, Ungaran, Merbabu dan Merapi terlihat indah dikelilingi oleh awam-awan yang putih bersih, sinar mentari pagi yang hangat menyapu lelah dengan sekejap, Subhanallah.

Golden Sunrise Bukit Sikunir

Golden Sunrise Bukit Sikunir

Backgraound: Gunung Prau

Backgraound: Gunung Prau

Gunung Pakuwojo

Gunung Pakuwojo

Setelah cukup puas menikmati keindahan alam Bukit Sikunir, kami memutuskan untuk turun dan mencicipi makanan khas Wonosobo, yaitu Mie Ongklok. Ternyata jalan yang kami lewati kemarin ditutup, hal ini menjadi kesempatan istimewa untuk kami melewati jalur lain. Komplek Candi dan Museum yang tidak sempat kami kunjungi hanya dapat disaksikan dari kejauhan. Selain 2 objek tersebut, Kawah Sikidang dan Gunung Prau menjadi suatu pertanda khusus untuk saya (dan mungkin juga @dyahmanis) kembali ke Dieng lagi suatu hari nanti, untuk menikmati yang sempat terlewatkan karena kondisi fisik mulai menurun.

Sate Kentang - Tanaman Utama Dieng

Sate Kentang – Tanaman Utama Dieng

DSCN4883

Cabe Dieng

Mie Ongklok

Mie Ongklok + Bakso

Akhirnya setelah perpisahan dengan kawan-kawan JAT, kami memutuskan untuk bermalam di rumah teman di Wonosobo. Dari Dieng menuju Wonosobo dengan menggunakan bus 3/4, dan berhentilah kami di Prajuritan, menanti jemputan dari Tuan Rumah yang besedia menampung kami malam ini. Mereka sekeluarga baik sekali, rumahnya sangat nyaman dan dingin. Tidak hanya itu, kami bahkan dibekali oleh-oleh khas Dieng dengan gratis (yang terkenal adalah Manisan Carica) hehe.

Pohon Carica (Karanya hanya ada di Afrika dan Dieng)

Pohon Carica – Katanya hanya ada di Afrika dan Dieng (Foto oleh @dyahmanis)

Awal tahun yang sangat menyenangkan! Saya tidak pernah membayangkan akan mengawali tahun 2013 dengan perjalanan yang demikian indah, tanpa perencanaan pasti, saya memulai cerita tahun ini dengan dinamika khas anak muda, penuh canda dan tawa. Alhamdulillah.

Panorama Pagi di Puncak Gunung Prau ... yang terlewatkan.

Panorama Pagi di Puncak Gunung Prau … yang terlewatkan … Saya pasti datang lagi 🙂 (Foto oleh Mas Sinyo)

Itinerary Perjalanan:

  • Terminal Purbalingga – Pertigaan Wonosobo: Bus 3/4 Rp 10 K : 2 jam
  • Pertigaan Wonosobo – Pertigaan Dieng: Bus 3/4 Rp 8 K : 1 Jam
  • Petigaan Dieng – Telaga Warna: 2 Km
  • Pertigaan Dieng – Bukit Sikunir: 6 Km (mungkin lebih)
  • Pendakian Bukit Sikunir: 25 menit

Catatan:

  • Penjelajahan objek wisata di Dieng dapat dilakukan dengan 2 cara: Jalan Kaki atau dengan Ojeg Wisata yang bisa ditawar. (minimal harga Rp 25 K)
  • Kalau menggunakan kendaraan pribadi menuju Bukit Sikunir terdapat lapangan parkir yang cukup luas dekat Telaga Cebong.
  • Saya sarankan menginap di Bukit Sikunir dengan biaya retribusi tenda (bawa sendiri) Rp 5 K.
  • Spot terbaik untuk melihat Golden Sunrise bukan di tempat yang biasa digunakan oleh wisatawan, lebih baik terus sampai Pondok Pandang, yang merupakan titik tertinggi Bukit Sikunir.
  • Penginapan menjadi sangat mahal pada hari libur, terutama libur panjang, jadi sangat disarankan bawa tenda saja.
  • JANGAN LEWATKAN: Pemandangan di Puncak Gunung Prau (meskipun saya sendiri belum sampai sana).
  • Oleh-oleh khas Dieng: Kacang Dieng (mirip Kacang Bali dan Bogor) dan Manisan Carica.

Terima Kasih:

  • Allah SWT
  • Partner in Bolang (@dyahmanis)
  • JAT (Jajar Adventure Team) – Mas Sinyo dkk
  • Mas Dudenk (Informan Wonosobo, hehe)
  • Keluarga besar (Avi dan Winda) yang meskipun baru saya kenal, kalian baik sekali 🙂

                                      S E L A M A T    T A H U N    B A R U    2013

Advertisements

About arsiyawenty

Traveler and Dream Catcher
This entry was posted in Jalan-Jalan and tagged , , , , , , , . Bookmark the permalink.

17 Responses to Dari Atap Jawa Tengah ke Desa Tertinggi Pulau Jawa

  1. Yangga says:

    Wow…. mantab… :matabelo

  2. spiritofriza says:

    wen, mau ke dieng lagi ga? bareng yuuukk… gue batal terus nih, lw jadi guide gw tapinya :p

  3. uyee…dieng…wah nagih dudenk ah

  4. yuli says:

    Maaf sy ga kebaca tulisannya karena backgroundnya yg warna hitam, kalo bisa dirubah warna huruo or backgroundnya, padahal sepertinya menarik. Artikelnya, sy berniat ke dieng dan sefang mencari informasi. Tks

  5. Arif Wied says:

    gunung prau mantap, ane kmaren dri sno ente mow bwa temen sekecamatan kagak kurangan tempat

  6. burhan bhe says:

    nice info…makasi sharingnya… butuh buat muter2 di dieng-prau..

  7. didik s says:

    luar biasa sist, sebuah perjalanan yg mengagumkan, refreshing sekaligus tadabur. lanjutka sist danterus ceritakan agar kaki ikut merasakan keagungan allah.

  8. nabilla says:

    good. makasih infonya lengkap bangettt hehehe

  9. rosso says:

    wah saya juga ingin kesana kelak,,slm kenal ya rossokozzo@yahoo.com/facebook

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s