Melancong ke Sulawesi (Overland – Where Journey Never Ends)

Berikut ini adalah itinerary perjalanan via darat yang sarat makna dan pengalaman di perjalanan, dibuat dalam keadaan sadar tanpa tekanan dari pihak manapun, bertujuan untuk menikmati keindahan semua hal yang Tuhan ciptakan, ini dia rantai kisahnya (backsound: jeng jeng jeng):

Jakarta – Surabaya. Perjalanan dengan KA Kertajaya keberangkatan 15.30 – 06.30 WIB dengan biaya 43.5K.  Dari Stasiun lanjut ke Terminal Bungur Asih dengan bus kota biaya 4K, kemudian menyambung dengan bus kota (lagi) menuju Pelabuhan Tanjung Perak dengan biaya yang sama 4K.

Surabaya – Makassar. Berdasarkan informasi Kapal Pelni Surabaya – Makassar ada banyak antara lain: KM Umsini (Dari Tanjug Perak jam 10.00 WIB), KM Sinabung (Dari Tajung Perak jam 14.00 WIB), KM Labobar (Dari Tanjung Perak jam 14.00 WIB), KM Lambelu (Dari Tanjung Perak jam 19.00 WIB), KM Dobonsolo (Dari Tanjung Perak jam 20.00 WIB) and KM Tidar (Dari Tanjung Perak jam 22.00 WIB).

Lama perjalanan untuk tiba di Soekarno – Hatta (Makassar) adalah 24 – 30 jam tergantung cuaca biaya 217K sudah dengan makan 3x sehari. Jadwal biasanya ada pada hari Selasa, Kamis, Sabtu dan Minggu:  http://www.pelni.co.id/scheduleresult.php

Kesimpulan. Total biaya PP untuk Jakarta – Makassar adalah Rp 537.000,-

Sejumlah Catatan: Perjalanan di KA sudah pasti ramai, jadi ada baiknya membawa ‘mainan’ atau buku (novel, komik, jurnal atau buku referensi tugas akhir lainnya juga boleh – ok skip itu ga asik). Selama Pelayaran dengan kapal (cie berlayar) siapkan cemilan yang banyak, karena kalau beli di kapal dijamin mahal, beda halnya dengan di KA kita masih bisa merasakan nasi dan cemilan murah merakyat.

Ada baiknya membawa matras untuk duduk (atau juga tidur) karena kalau kemungkinan penumpang ramai dan tidak mendapatkan lapak masih bisa aman guling-gulingan di lantai (apasih).

Untuk informasi, makanan dari kapal katanya tidak punya rasa dan selera (but, enjoy aja, belajar susah) atau kita bisa membawa makanan yang awet dari rumah.

Seperti biasa, kita juga harus berhati-hati dengan barang bawaan, terutama ketika di Pelabuhan (belajar untuk percaya teman, dan menjaga diri masing-masing).

Menurut kabar beredar kita bisa melihat lumba-lumba menari, melompat dan pesona bahari lainnya selama perjalanan, kalau malam sudah pasti bintang dan aneka penghuni langit malam indah bukan main (kalau badai? Hasbunallah Wa Ni’nal Wakil Ni’mal Maula Wa Ni’man Nashir).

Demikian itinerary ini, kalau ada pertanyaan dan pernyataan bisa langsung komentar di bawah tulisan ini.

Perjalanan indah itu bukan karena mudah ditempuh, ia menjadi berkesan ketika perjalanan diikuti dengan bertambahnya pengetahuan, meningkatnya pembelajaran hidup, dan terbiasa untuk menikmati yang susah dan sederhana dengan selalu percaya akan hikmah dibalik semuanya.

Overland mahal, karena kenangannya terbentuk dari pengalaman dan pembelajaran yang didapat selama perjalanan, Unforgettable, isn’t it?  🙂

Referensi: hasil diskusi via dunia maya dengan Merdian Mayangga (Yangga) yang sedang dalam proses pencarian jati diri (huahaha).

Advertisements

About arsiyawenty

Traveler and Dream Catcher
This entry was posted in Jalan-Jalan and tagged , , , , , , . Bookmark the permalink.

14 Responses to Melancong ke Sulawesi (Overland – Where Journey Never Ends)

  1. Yangga says:

    Endingnya nggak enak bangettt… hahahah…

  2. wibisono says:

    sudah melakukannya mbak?? aku sekarang lagi pengen melancong antar kota naik sepeda atau jalan kaki.. beberapa kota yang dekat sudah tapi kalo antar pulau belum.. terakhir ya batam dan madura. 😀

    kapan2 main ke solo mbak..

    • arsiyawenty says:

      hallo apa kabar? hhe.
      belum rencananya awal 2013 ini, wah kamu hebat banget, cool, itu belum pernah aku coba, tapi kalau antar kota cari jalan alternatif mungkin ya, kalau jalur umum berbahaya, banyak kendaraan lain.

      Selamat untuk batam dan madura nya, cobain kota-kota lain 🙂
      siap, nanti aku kabari, sebenarnya sudah 3 atau 4x ke solo, kota yang cukup panas, tapi atmosfer penduduknya selalu membuat tenang dan dingin di hati (penj. sabar).

      • wibisono says:

        hehhee. mari-mari.. Sama Bali yang sering ditahun ini. modal nekad ma nganter orang ke sana bisa dapat jalan-jalan gratis. 😀

        rencana terdekat mau naik gunung ke mana??

  3. pararang says:

    ke gunungnya belum tuh??

    • arsiyawenty says:

      latimojong nih? kalau dari pelabuhan mau langsung carter jeep ke Enrekan bisa 500-600K itu udah sampe basecamp, cuma kalau mau naik angkutan umum bisa juga, belom ada info, ntr dicari dulu ya 🙂

  4. arsiyawenty says:

    nah kalau dalam waktu dekat rencana kalau ga atap sumatera (Gunung Kerinci) ya atap Sulawesi (Gunung Latimojong) mana aja boleh deh, kemana angin jalan-jalan membawa aja, santai asal jalan haha

  5. Berbahagialah kalian yg punya banyak waktu menikmati perjalanan, klo kek kuli macam gue yg gak bisa berlama-lama cuti, moda tramnsportasi yg pling ideal ya pesawat, tp pesawat jkt-makassar juga murah koq, buat gue bagaimanapun perjalananya tetep banyak hikmah yg bisa di ambil, cuma beda kelas aja..heeee

  6. Catatan perjalanannya menarik sekali mbak, semoga bisa bisa mengikuti disuatu hari 🙂
    Salam kenal kembali mbak,
    ranselkosong.com

  7. waaah saya juga pengen doong ke Sulawesii. hehe.
    amiiinn.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s