Hitam Putih dan Malam

Saya sering mendapat pertanyaan atau sekedar pernyataan, karena saya senang sekali menggunakan barang-barang berwarna hitam, “lo tuh hobby banget ya warna hitam, karena diet ya?” — “biar terlihat kurus ya Wen?” — “itu ga panas tuh dari atas sampai bawah gelap?” — di sisi lain ada juga yang sejalan “keren nih serba hitam” — “kesannya emo gitu ya Wen?” dsb. Saya sendiri tidak ambil pusing dengan hal-hal ini, karena menyukai warna hitam itu datang dengan sendirinya, saya tidak pernah menyadari ketika memilih baju atau barang-barang lainnya dan menjatuhkan pilihan pada warna hitam, sampai pada suatu hari, fakta hampir 80% isi lemari berwarna hitam. Terlintas di benak saya, pertanyaan yang sama seperti orang-orang ajukan, “Kenapa jadi mayoritas hitam?”.

Banyak artikel mendefinisikan sejumlah karakter dan makna dari orang-orang yang menyukai warna hitam, dan banyak dari yang saya baca, tidak ada yang benar-benar positif dan mutlak benar. Untuk saya warna itu banyak macamnya dan kita tidak bisa mengkotak-kotakkan orang dalam dimensi sempit makna sebuah warna. Sudah menjadi konstruksi turun-menurun ketika hitam melambangkan sisi negatif dan berlawanan dengan putih di sisi positif. Sederhana, kita tidak akan bisa mendefinisikan warna itu hitam tanpa kehadiran warna lain, putih misalnya yang kontras, atau warna lain, begitu juga sebaliknya. Kita terlalu sering melihat ini sebagai dua sisi berlawanan, namun melupakan sisi saling melengkapi. Sama halnya dengan kehidupan, kita terbiasa untuk menilai sesuatu secara kontradiktif, tanpa melihat kemungkinan untuk saling mengisi. Kita memahami dan kritis atas perbedaan, namun lupa diksi keberagaman, atau dengan tegas mengakui keberagaman yang pada kenyataannya mendorong untuk suatu kondisi yang tunggal atau keseragaman. Terlalu filososfis.

Saya, tentu menyukai warna hitam bukan tanpa alasan, sekedar tidak menyadari. Kita Saya hanya tidak mau terjebak dengan kata kenapa dan karena, tidak mau terbawa untuk mengikuti pemaknaan komunal. Hingga saya berjumpa dengan beberapa orang yang juga menyukai warna hitam, kami sepakat hitam itu dominan, coba campurkan hitam dengan warna lain, hitam akan tetap menjadi warna tunggal yang mendominasi. Hitam itu apa adanya, coba bandingkan dengan warna lain, hitam tetap berdiri kokoh tanpa dapat disejajarkan dengan warna gelap lainnya, hitam terlalu pekat, dan tidak mungkin dikategorisasi dalam cerah karena ia terlalu gelap. Ah, banyak, dan akhirnya saya juga terjebak dalam pemaknaan hitam itu sendiri, kenapa dan karena dalam hitam.

Saya mencintai malam, sama halnya dengan hitam, saya beralasan, namun kali ini saya menyadarinya. Malam itu membius, ia gelap dan ia hitam. Saya selalu punya dunia sendiri ketika dihadapkan pada hitam yang satu ini, saya terjebak dalam makna yang saya imajinasikan, hanya dengan saya dan malam. Seperti di awal tulisan, kali ini saya semakin menyadari bagaimana hitam dan putih itu saling melengkapi, lihat bintang di malam hari, titik-titik terang itu seakan putih yang mengisi dan melengkapi hitam, tetap berbeda, namun saling mengindahkan. Keberadaa malam tanpa bintang, serupa dengan hitam tanpa putih, bermakna namun tidak sempurna.

to be continued ….

Advertisements

About arsiyawenty

Traveler and Dream Catcher
This entry was posted in Sosial and tagged , , , . Bookmark the permalink.

3 Responses to Hitam Putih dan Malam

  1. Yangga says:

    Cewek yang suka warna hitam itu bagi gw mysterius,,, 😀

  2. Hitam ga gampang kotor,konon, semua warna yg hinggap di atasnya akan terserap dominasinya. Tp sy gak percaya klo kamu penyuka warna hitam sejati, lah itu warna kulitmu cenderung putih..hehehee

  3. abdullah says:

    Bicara masalah warna, setiap orang pasti memiliki kecenderungan warna yang disukainya, dengan segudang alasan yang dianutnya. Tapi yang terpenting dalam kehidupan ini, menjadi seseorang yang “mewarnai”, itu jauh lebih baik daripada sekedar menjadi yang “diwarnai”….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s