Overland: Jakarta-Pangandaran-Yogyakarta-Semarang

Untuk suatu alasan penting saya akhirnya ikut serta dalam perjalanan singkat yang panjang, dimulai tanggal 3 Mei 2012 hingga Senin dini hari Tanggal 7 Mei 2012. Sejumlah objek wisata saya datangi, menyenangkan dan penuh inspirasi.

3 Mei 2012, Candi Cangkuang Garut

Candi Cangkuang terletak di Kawasan Garut, entah bagaimana caranya, dari jalan besar di Garut menuju candi ini dapat ditempuh dengan cara tradisional, yaitu naik delman 30 menit. Sampai di pintu masuk, kita harus menyebrangi Situ Cangkuang untuk sampai di Pulau, masyarakat disana menyebutnya Kampung Pulo.

Jadilah saya menaiki sebuah rakit yang cukup untuk menampung 20 Orang, kalau mau naik rakit ini harus membayar Rp 80.000/rakit, membutuhkan waktu tidak kurang dari 10 menit untuk sampai di Seberang. Di Kampung Pulo kita akan dimanjakan dengan pemandangan wisata budaya Islam dan Hindu, berupa Kampung Pulo, Candi Cangkuang, Makam Arif Muhamad, dan Museum.

Setibanya, kita akan disambut dengan toko yang menjual souvenir, berjalan sedikit, ada 6 Rumah Adat Kampung Pulo dan 1 Mesjid. Nilai sejarah yang terkandung dalam segelintir peninggalan ini adalah:

Dahulu ada seorang raja bernama Arif Muhammad yang menjadikan kampung ini sebagai tempatnya berlindung, beragama islam. Singkat cerita ia memiliki 6 orang putri yang kemudian dihadiahkan 6 rumah, dan seorang putra yang meninggal kemudian didirikan sebuah Mesjid untuk mengenangnya.

Dalam cerita itu, hari Rabu menjadi hari suci mereka, karena sejak dahulu Arif Muhammad mengajarkan anak-anaknya mengaji setiap hari Rabu. Disana rumah hanya dapat diwariskan ke anak perempuan saja yang belum menikah, ketika sudah menikah mereka harus meninggalkan rumah tersebut. Hingga kini masih ada keturunan dari Arif Muhammad tersebut.

Peninggalannya selain rumah adat, adalah kepercayaan bahwa tidak boleh memelihara hewan berkaki empat dalam pulau, dan sistem yang dianut adalah Matrilineal, atau garis ibu.

Rakit Menuju Kampung Pulo

Mesjid Kampung Pulo

Tidak jauh dari Rumah Adat, saya kemudian berkunjung ke simbol Hindu, yaitu Candi Cangkuang, dan ternyata candinya tidak sebesar yang saya bayangkan. Didekat candi terdapat makam Arif Muhammad dan sebuah Museum.

Candi Cangkuang dan Makam Arif Muhammad

Situ Cangkuang

Setelah dari Cangkuang, saya melanjutkan perjalanan menuju Kabupaten Ciamis, ke Kawasan Karang Kamulyan.

Karang Kamulyan – Kabupaten Ciamis

Masih pada hari yang sama, saya melanjutkan perjalanan ke Situs Ciung Wanara di Desa Karang Kamulyan.  Banyak peninggalan menarik disana, dan kita harus berhati-hati karena banyak monyet berkeliaran yang siap mengambil barang-barang yang kita bawa, terutama kamera. Dari wisata budaya ini yang juga menarik terdapat Gong Perdamaian Dunia, saya sama sekali tidak tahu kalau ada seperti itu disana.

Liat apa hayooo?

Gong Perdamaian Dunia

Perjalanan sore itu kemudian dilanjutkan menuju Pangandaran. Pada dasarnya wisata hari ini, adalah wisata budaya, mengenali dan memahami zaman lampau melalui peninggalan sejarahnya. Keesokan hari adalah wisata alam di Pangandaran.

4 Mei 2012 Pangandaran Walking Tour dan Green Canyon

Pangadaran Walking Tour adalah kegiatan berjalan pagi hari menuju taman wisata alam di Pangandaran. Saya mengunjungi banyak goa peninggalan yang mengandung banyak cerita rakyat didalamnya, antara lain Gua Panggung, Gua Keramat, Gua Sumur Mudal, Gua Lanang dan Gua Jepang.

Terakhir ditutup dengan naik kapal kecil yang menyusuri Pantai Pangandaran hingga pinggiran pantai tempat saya menginap. Selalu berhati-hati dengan monyet di sekitar kawasan wisata alam ini, mereka yang sudah biasa berhadapan dengan manusia sering mengambil barang bawaan kita.

Mentari Pagi Pangandaran

Mulut Goa Lanang

Menyusuri Keindahan Pantai Pangandaran

Setelah selesai menyusuri pantai, saya kembali ke penginapan, menyantap makanan pagi, nasi goreng telur yang terasa begitu nikmat karena sudah lapar sekali. Tidak lama, saya akhirnya melanjutkan perjalanan menuju Green Canyon, sebuah wisata yang menyusuri sungai hijau yang memanjakan mata untuk terus melihatnya.

Di Green Canyon, saya menaiki sebuah kapal bermuatan 6 orang, sesampainya di penghujung kita akan melihat sebuah jembatan tanah yang merupakan jembatan alam. Diatasnya semperti gerimis, air mengalir tanpa henti, kita pun dapat merasakan sejuknya udara sekitar, dan dinginnya air sungai dengan berenang dia area tersebut. Namun sayang saya belum berkesempatan untuk berenang, lain kali tidak boleh dilewatkan.

Hijau Sejauh Mata Memandang

Green and Great

Sejuk dan Menyejukkan

Akhirnya Di Foto -__-“

Mengalir Tanpa Batas

Setelah dari Green Canyon, saya melanjutkan perjalanan menuju Bandungan, sebuah dataran tinggi menuju Yogyakarta. Di sana saya penginapannya cukup Indah, pagi hari dapat melihat kemegahan Gunung Merbabu. Penginapan itu sendiri berada di Kaki Gunung Ungaran. Tidak banyak yang saya lakukan karena berada di Bandungan hanya untuk istirahat sebelum menuju Yogyakarta.

5 Mei 2012, Prambanan-Yogyakarta

Ini adalah kunjungan ketiga saya ke Prambanan, yang sebelumya pada tahun 2008 ketika saya berpartisipasi dalam Olimpiade Geografi Nasional di UGM. Kesempatan kedua adalah ketika menikmati Tarian Ramayana, dan ini adalah yang ketiga kalinya. Saya tidak pernah merasa bosan mengunjungi candi ini. Secara garis besar candi ini terdiri dari 3 candi utama, yang merupakan Trimurti, Candi Brahmana, Candi Siwa dan Candi Wisnu.

Setelah puas menikmati wisata sejarah sekaligus budaya di Prambanan, perjalanan di lanjutkan dengan mengunjungi Kraton Yogyakarta (untuk kedua kalinya) dan Malioboro (untuk yang kesekian kalinya).

Saya sangat menyukai suasana tradisional Yogyakarta, kota ini seperti punya dunianya sendiri, tetap mengikuti perkembangan zaman tanpa harus menggerus budaya dan tetap tradisional, nyaman dan apa adanya. Siang harinya makan di Legian Restaurant. Singkat cerita tanggal 6 Mei 2012 saya sudah berada di Kawasan Semarang. Sungguh mobilisasi yang sangat cepat, jadwal padat sekali.

Kompleks Candi Prambanan

Candi Siwa

Disudut Prambanan

 

6 Mei 2012, Lawang Sewu – Semarang

Saya akhirnya menginjakkan kaki di semarang, melintasi pintu gerbang Universitas Diponegoro, dan akhirnya melihat Simpang Lima. Saya hanya beberapa jam berada di Semarang, sejenak berkunjung ke Lawang Sewu. Menurut cerita yang saya dengan, di Gedung ini telah dihuni oleh beragam zaman, sejak masa penjajahan Belanda, Jepang, hingga Sekarang.

Menurut keterangan teman saya, terdapat gedung bawah tanah tempat penyiksaan, namun kesan menyeramkan itu sudah hilang karena adanya pemugaran, yang terkesan dibenak saya hanya sebuah bangunan bersejarah.

Lawang Sewu

Antara Pemugaran

Yang keren dari Pusat Semarang adalah lalu lintas kendaraannya, di dekat Lawang Sewu saya mencoba memutari sebuah tugu perjuangan, dan lampu merah disana sangat unik, saya sulit menjelaskan keunikannya, hanya dapat dirasakan sendiri. Dan berikut yang juga menarik dari Kota Semarang, sebuah peringatan yang halus atas nama keselamatan.

Larangan Yang ‘Halus”

Perjalanan kali ini sangat melelahkan, disatu sisi juga menyenangkan,  yang membuat saya semakin menyadari betapa luasnya Negeriku Indonesia, betapa besarnya kuasa-Mu.

Ini baru Indonesia, dan dunia tidak sebatas ini saja, maha luas. Saya selalu berusaha agar mimpi untuk menjelajahi dunia ini tercapai. Namun untuk sekarang, saya lebih tertarik untuk menjelajahi Bumi Pertiwi, selain karena keterbatasan dana dan waktu, saya percaya hanya dengan menjelajahi kita dapat mengenali, dan memahami Negeri ini. Ini cara saya mencintai Indonesia dengan menikmati setiap hal yang ada didalamnya, jelajahi dan cintai Indonesia apa adanya.

Advertisements

About arsiyawenty

Traveler and Dream Catcher
This entry was posted in Jalan-Jalan. Bookmark the permalink.

2 Responses to Overland: Jakarta-Pangandaran-Yogyakarta-Semarang

  1. januar says:

    woow perjalanan yang seru sepertinya 😀

  2. Thank you for sharing. Not to many people in your position are so gracious. Your article was very poignant and understandable. It helped me to understand very clearly. Thank you for your help.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s