“they didn’t understand life”

sebenarnya apa yang menjadi tujuan hidup manusia di dunia? tidak lain hanya untuk mendapatkan kebahagiaan, bahkan samapi mati pun yang diharapkan adalah surga, yang isinya adalah kebahagian yang mutlak. saya tertarik ketika membaca salah satu kutipan quote dari John Lennon:

“When I was 5 years old, my mother always told me that happiness was the key to life. When I went to school, they asked me what I wanted to be when I grew up. I wrote down ‘happy’. They told me I didn’t understand the assignment, and I told them they didn’t understand life.”
― John Lennon

kalau kita lebih mendalami makna kutipan diatas, kita semakin sadar bahwa manusia, tanpa terkecuali selalu menginginkan kebahagiaan, namun entah mengapa kebanyakan dari kita tidak pernah merasa puas, selalu ada keluhan, sedikit saja hal dalam hidup tidak sesuai harapan, lalu berubah atau bersikap dunia seakan berakhir seketika itu juga.

Pernahkan kita berfikir kalau segala hal dalam hidup adalah kebahagiaan, intinya bagaimana kita memandang dan memaknai setiap peristiwa dalam hidup. Kalau memang kita sedang menghadapi kondisi yang tidak sesuai dengan apa yang kita inginkan, cobalah berfikir secara bijak, mungkin itu memang yang terbaik, dan kita syukuri sebagai pengalaman dan pembelajaran, sebagai sebuah kenangan, yang mungkin menjadi bagian sejarah dalam kehidupan kita.

Mungkin tidak semua orang dapat memaknainya dengan begitu sederhana, ada karakter orang yang santai menghadapi masalah ada yang terlalu memikirkan dengan berlebihan, meratapi tanpa berfikir logis, menyalahkan orang lain, atau lebih parah menyalahkan diri sendiri.

Sebelumnya mari kita definisikan terlebih dahulu apa yang dimaksud dengan kebahagiaan. Pada dasarnya kebahagiaan adalah perasaan dimana individu merasa tenang dan senang, menikmati tanpa tekanan, dan memaknai hal dengan sisi positif dan negatifnya. Kenapa dua sisi, karena bila kita masih memperlihatkan ketidaksetujuan menerima sisi negatifnya, maka akan selalu menimbulkan kekecewaan, maka kebahagiaan tidak pada titik sempurna, itu hanya kebahagiaan yang sifatnya sementara.

kemudian mari kita definisikan apa itu masalah. Pada hakikatnya masalah adalah kesenjangan yang terjadi antara apa yang diharapkan dan yang dihadapi pada kenyataannya. Jadi ketika kita berada pada posisi itu, yang dirasakan adalah ketidak-nyamanan dan keresahan, jauh dari kebahagiaan.

Namun, pernahkah kita berfikir kalau sebenarnya masalah itulah yang membuat kita dapat merasakan kebahagiaan, atau mungkin juga kita yang salah mengartikan kondisi yang ada. ketidakmampuan kita untuk mengidentifikasi mana yang harapan dan mana yang kenyataan, mana yang diinginkan dan mana yang dibutuhkan, sehingga kesenjangan yang sebenarnya tidak perlu ada, seakan dibuat-buat, ini sering dikenal dengan orang yang tidak mudah bersyukur.

Kita manusia sering sekali memikirkan apa yang tidak bisa kita dapatkan, peratapi kegagalan, dsb. Padahal kita hidup satu kali, intinya hidup kita bagaimanapun caranya bermanfaat untuk orang lain dan tidak merugikan orang lain, nah intinya, saya belajar bahwa kebermanfaatan itu adalah sumber kebahagian. Jadi, wajar ketika kita dianjurkan untuk berlomba-lombalah dalam berbuat kebajikan.

Advertisements

About arsiyawenty

Traveler and Dream Catcher
This entry was posted in Sosial. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s