Regenerasi dan Investasi

“Jangan kikir dalam berfikir, jangan komentar kalau tidak bernalar, jangan pernah lempar panah tanpa sasaran. Lihat, Dengar, dan Rasakan.”

Pemimpin adalah sebuah kata dengan sejuta makna, setiap individu punya interpretasi yang berbeda-beda dalam memaknai kata tersebut, namun sejauh pengalaman bertanya dan sedikit membaca beberapa artikel, ada beberapa prihal penting dalam kaitannya dengan kata Pemimpin salah satunya yaitu pengaruh. Terlepas dari pemaknaaan, yang ingin ditekankan dalam tulisan ini adalah konteks sulitnya mendapatkan pemimpin yang benar-benar pemimpin.

Banyak orang membandingkan pemimpin dengan penguasa, dengan beragam ciri khas dan karakteristik yang membedakan satu sama lainnya. Ada yang dengan tegas mengatakan pemimpin yang sesungguhnya adalah yang mampu menciptakan pemimpin setelahnya, dsb. [Lupakan!!!]

Pemimpin itu, harusnya ada regenerasi. Setiap menjelang pemilihan apapun lahan-nya, selalu ada saja yang mengatakan hal tersebut, pada hakikatnya dalam KBBI regenerasi berarti pembaruan [n]. Kalau melakukan pembaruan atau kelahiran kembali, artinya perlu ada beberapa persiapan yang seharusnya sudah dilakukan oleh pemimpin sebelumnya, mulai dari screening, pendekatan, atau bahasa politisnya kaderisasi, banyak cara, mentoring misalnya.

Dilain pihak, ada segelintir orang percaya bahwa pemimpin itu lahir dengan sendirinya, tidak dibutuhkan penciptaan khusus untuk mendapatkannya, ia akan datang, karena memang sudah seharusnya begitu [takdir?].

Lalu apa kaitannya dengan investasi?

Dalam hal ini saya, dengan iseng membayangkan kalau seandainya pemimpin itu dimasukkan dalam kategori investasi, jadi setiap pemimpin dapat melakukan investasi dalam bentuk menciptakan pemimpin baru penerusnya. Operasionalisasi dari menciptakan, bisa sekedar mendorong seseorang untuk menjadi pemimpin atau benar-benar melakukan kaderisasi untuk membuat seseorang menjadi pemimpin.

Investasi kalau dikaitkan dengan dimensi ekonomi, merupakan upaya penanaman modal untuk mendapatkan keuntungan, sesuai prinsipnya, usaha kecil dengan untung sebesar-besarnya. Jadi dalam kepemimpinan, ada yang bertindak sebagai investor [bisa pemimpin lama, atau outsider] yang menanamkan modalnya dalam bentuk kaderisasi pemimpin yang akan melanjutkannya, untuk mencapai keuntungan yang optimal bagi lahan  yang ada dibawah kepeminpinannya.

Dengan demikian orang akan berlomba-lomba untuk menjadi investor, dan keuntungan dalam bentuk banyaknya jumlah orang yang akan menjadi penerus [calon pemimpin]. Namun kemudian yang menjadi pertanyaan adalah, ketika hal ini hanya sebatas banyaknya jumlah [kuantitas] bukan kualitas, apakah indikator keberhasilannya hanya sesederhana itu?

Jawabannya tentu tidak, meskipun pada awalnya secara kuantitas akan muncul banyak calon-calon pemimpin baru, namun selama berjalannya proses produksi, lingkungan dengan sendirinya akan melakukan seleksi, atas konsistensi dan komitmen yang dimiliki masing-masing calon tersebut, dan yang kemudian keluar ke pasaran dan siap untuk diedarkan adalah yang seharusnya sudah berkualitas dan dapat menghasilkan kepuasan bagi para elemen yang akan melihat, mendengar, dan merasakan kinerja kepemimpinannya.

Tentu dalam kenyataan, tidak semudah dan sesederhana deretan kata-kata diatas. Salam Kebebasan.

note: Judul dimodifikasi sedemikian rupa untuk kepentingan penulis, maklum di kampus lagi pemira, lumayan untuk meningkatkan temperatur, dan menghangatkan atmosfer pemilihan raya, selamat berkarya.

Advertisements

About arsiyawenty

Traveler and Dream Catcher
This entry was posted in Sosial. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s