Gerakan Horizontal Selesaikan Masalah Dengan Potensi Lokal

Gerakan Horizontal Selesaikan Masalah  Dengan Potensi Lokal

(Community Development Sebagai Sebuah Gerakan)

Oleh: Arsiya Isrina Wenty Octisdah (FISIP UI)

Pemuda ada dua tipe; mereka yang menuntut perubahan dan mereka yang menciptakan perubahan”

 

Indonesia memberikan landasan untuk mendefinisikan peran perguruan tinggi dalam Tri Dharma Perguruan Tinggi ; Pendidikan, Penelitian, dan Pengabdian Masyarakat. Hal tersebut kemudian yang menjadi indikasi besarnya peran perguruan tinggi dalam konteks pembangunan bangsa dan negara. Potensi besarnya adalah mahasiswa yang memiliki netralitas dan idealisme tinggi, yang berkesempatan untuk berkontribusi dalam banyak hal untuk menjawab tantangan bangsa, melalui gerakan baik secara vertikal maupun horizontal. Permasalahan yang dihadapi bangsa dan negara ini semakin kompleks seiring dengan perkembangan zaman, namun yang kemudian menjadi pertanyaan kita bersama, adakah gerakan yang dapat melibatkan partisipasi bersama, yang memberikan kebermanfaatan secara langsung, antara elemen mahasiswa dan masyarakat untuk menyelesaikan permasalahan dengan potensi lokal dalam analisa komprehensif berdasarkan fakta dan data?.

Tulisan ini mencoba untuk berbagi interpretasi sekaligus memberikan pemaparan singkat terkait pentingnya sebuah gerakan horizontal mahasiswa dalam konteks pengabdian masyarakat yang dioperasionalisasikan dalam bentuk pengembangan masyarakat, yang kemudian dikenal dengan Community Development. Secara teoritis ada banyak teknik dan strategi yang bisa dilakukan, namun poin penting yang harus diperhatikan adalah terjalinnya interaksi dan partisipasi aktif antara mahasiswa dan masyarakat untuk menyelesaikan permasalahan dengan potensi lokal yang dimiliki. Tulisan ini kemudian menawarkan beberapa strategi dan tahapan untuk menjalankan gerakan ini sehingga menjadi terarah dalam pencapaian tujuan.

Definisi teoritis dari community development diambil dari karya David Brokensha dan Peter Hodge dalam karyanya “Community Development, and Interpretation”;

“Community Development is a movement designed to promote better living for the whole community with the active participation and on the initiative of the community.”

“Pengembangan Masyarakat adalah suatu gerakan yang dirancang guna meningkatkan taraf hidup keseluruhan masyarakat melalui partisipasi aktif dan inisiatif dari masyarakat.”

Berlandaskan definisi diatas, kita dapat menarik dua poin penting yaitu; partisipasi aktif dan inisiatif, konteksnya masyarakat dalam hal ini ketika kita sandingkan dengan peran mahasiswa dalam sebuah pengembangan masyarakat, maka partisipasi dan inisiatif ini harusnya juga muncul dari mahasiswa untuk bersama-sama masyarakat merancang solusi aplikatif dalam menyelesaikan permasalahan yang ditemukan. Yang perlu juga diperhatikan, identifikasi masalah dan potensi, berdasarkan data yang diperkuat dengan penelitian dan temuan lapangan.

            Dari defisnisi kemudian yang penting untuk diketahui adalah, strategi untuk menjalankan pengembangan masyarakat;

1. Directive Approach (Pendekatan Direktif )

Pendekatan ini dilakukan atas asumsi bahwa mahasiswa (sebagai penggerak kegiatan atau program) mengetahui secara baik apa yang dibutuhkan untuk masyarakat. Dalam pendekatan ini mahasiswa dominan dalam menetapkan baik buruknya apa yang harus dilakukan masyarakat, dan menyediakan sarana yang diperlukan untuk perbaikan tersebut. Pendekatan ini sifatnya instruktif, kelemahannya adalah kurang efektif untuk mencapai hal-hal yang tujuannya jangka panjang, karena sering menciptakan ketergantungan, karena juga mengakibatkan kurangnya untuk memperoleh pengalaman belajar karena sifatnya yang instruktif.

2. Non-Directive Approach (Pendekatan Non-Direktif)

Pendekatan ini berasumsi bahwa masyarakat tahu apa yang sebenarnya mereka butuhkan, dan apa yang baik ataupun buruk untuk mereka. Dalam hal ini peranan mahasiswa adalah menggali dan mengembangkan potensi yang sudah disadari oleh masyarakat. Pendekatan ini memungkinkan masyarakat untuk membuat analisa dan mengambil keputusan, peran mahasiswa adalah sebagai pemercepat perubahan, sehingga pendekatan lebih bersifat partisipatif, dimana masyarakat diberikan kesempatan penuh untuk menentukan arah langkahnya sendiri (Self-determination) dan kemampuan untuk menolong dirinya sendiri (Self-help).

            Selain strategi, yang perlu untuk juga diperhatikan adalah langkah-langkah atau tahapan yang harus dilakukan dalam Community Development adalah;

1. Tahap Persiapan

Pada tahap persiapan ini setidaknya kita harus melakukan persiapan petugas dan persiapan lapangan. Hal ini terkait dengan sumberdaya mahasiswa yang akan ikut serta, dan persiapan lapangan berupa indentifikasi lapangan dan perizinan. Persiapan petugas bertujuan untuk persamaan persepsi atas apa dan bagaimana pengembangan ini akan dilakukan. Sedangkan persiapan lapangan, merupakan perizinan dan komunikasi baik formal ataupun informal dengan tokoh masyarakat sehingga hubungan yang terjalin dapat positif dan baik.

2. Tahap Pengkajian

Dalam tahap ini, identifikasi problem dan potensi yang dimiliki masyarakat, disamping itu mahasiswa harus mampu menentukan mana yang benar-benar masalah dan yang bukan, membedakan need dan want, dan peran masyarakat dalam identifikasi ini sebaiknya aktif. Dalam langkah identifikasi mahasiswa sebaiknya melakukan penelitian untuk mendapatkan data dan hasil temuan lapangan terseut akan memudahkan untuk melakukan tahap lanjutan.

3. Tahap Perencanaan Alternatif Program atau Kegiatan

Pada tahapan ini mahasiswa dan masyarakat diminta berpartisipasi aktif dalam merencanakan apa sajaj yang dapat dilakukan, solusi yang didapatkan sebanyak mungkin, sekaligus mencari alternatif solusi dalam penyelesaian masalah. Mahasiswa bertindak sebagai fasilitator yang membantu masyarakat berdiskusi dalam memikirkan program dan kegiatan yang akan dilakukan.

4. Tahap Pemformulasian Rencana Aksi

Tahapan ini adalah mahasiswa membantu masyarakat untuk memformulasikan gagasan-gagasan masyarakat dalam bentuk tulisan, terutama kaitannya dalam pembuatan proposal untuk pencarian dana, diharapkan sudah dapat membanyangkan tujuan jangka pendek, menengah dan jangka panjang.

 5. Tahap Implementasi Program

Tahapan ini adalah yang paling penting, karena apa yang direncanakan dapat melenceng seiring dengan ditemukannnya hambata-hambatan, sehingga dibutuhkan kerjasama yang solid antara mahasiswa dan masyarakat. Mahasiswa juga harus mampu mencari kader penerus program sehingga menghindari ketergantungan yang mungkin timbul, sekaligus nantinya sebagai pengawas jalannya program.

6. Tahap Evaluasi

Proses pengawasan dari warga terhadap program yang sedang berjalan dimaksudkan untuk memastikan program masih pada tujuan awal, pengawasan internal ini juga berfungsi untuk mengevaluasi program, karena terkadang ketika program berjalan, diharapkan ada umpan balik yang berguna untuk perbaikan program. Pada tahapan ini juga stabilitas perubahan yang terjadi harus dijaga, model evaluasi yang mungkin dilakukan adalah evaluasi input, proses dan hasil.

7. Tahap Terminasi

Dalam tahapan ini adalah ‘pemutusan’ hubungan secara formal dengan masyarakat, caranya yang dapat dilakukan adalah mengurangi intensitas interaksi dan kontak secara perlaha-lahan, hal ini bukan hanya menjadi indikasi masyarakat telah ‘mandiri’, yang juga poerlu diperhatikan adalah jangka waktu dan keterbatasan dana yang dimiliki untuk melanjutkan program. Disini juga petugas sudah memastikan seandainya program dilanjutkan, sudada ada kader-kader yang berasal dari warga itu sendiri yang akkan menjalankan peran yang ‘ditinggalkan’ oleh mahasiswa.

            Secara teoritis strategi dan tahapan yang harus dilakukan telah dipaparkan singkat dalam tulisan ini, namun yang pasti, gerakan community debelopment ini menjadi sarana yang pengabdian mahasiswa kepada masyarakat, menciptakan interaksi dan relasi yang tidak hanya komunikasi vertikal saja, kita juga membuktikan bahwa gerakan mahasiswa mampu bicara tidak hanya dengan pengusaha dan birokrat, namun juga kepada rakyat. Ketika banyak yang menuntut perubahan dengan gerakan vertikal, kita mahasiswa juga bisa melengkapi peran kita dengan melakukan kegiatan yang grass root dan berdampak langsung ke masyarakat, sekaligus menciptakan perubahan-perubahan langsung, menjalin relasi dan memberikan kebermanfaatan dari knowledge yang diperoleh dalam bangku perkuliahan, menjadi sebuah pengalaman dan pembelajaran.

(note: Tulisan ini merupakan essay pengantar Sidang Komisi Community Development dalam acara Konferensi Mahasiswa Indonesia 2011 di Hotel Aryaduta tanggal 22 Oktober 2011)

REFERENSI

–          Adi, Isbandi Rukminto. 2001. Pemberdayaan, Pengembangan Masyarakat, dan Intervensi Komunitas: Pengantar pada Pemikiran dan Pendekatan Praktis. Jakarta: Lembaga Penerbit Fakultas Ekonomi UI.

–          Brokensha, David dan Peter Hodge. 1969. Community Development, an Interpretation. Chicago: Chandler Publishing Company.

–          Glen, Andrew, 1993. “Methods and Themes in Community Practice” in Butcher, H., et. All (eds). Community and Public Policy. London: Pluto. 22-40.

–          Ife, Jim. 1995. Community Development, creating community alternatives-vision, analysis and practice. Melbourne: Addison Wesley Longman Australia Pty Limited.

–          Zastrow, Charles. 1982. Introduction to Social Welfare Institutions; social problems, sevices, and current issues. Third Edition. Homewood, Illnois: The Dorsey Press.

Advertisements

About arsiyawenty

Traveler and Dream Catcher
This entry was posted in Sosial. Bookmark the permalink.

2 Responses to Gerakan Horizontal Selesaikan Masalah Dengan Potensi Lokal

  1. jadi kangen masa KMI 2011 ya….semangat terus untuk masyarakat Indonesia,karena mereka benar2 sangat membutuhkan kita.

    • gadisrantau says:

      Ia semangat, kebermanfaatan bisa kita mulai dari masyarakat sekitar, dan terus berusaha untuk mengembangkan serta menularkan semangat kebermanfaatan tersebut kepada teman-teman mahasiswa lainnya. Jejaring Gerakan Comdev 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s